Dugaan Perampokan di Terminal Jombor Sleman: Korban Diduga Linglung, Polisi Selidiki

- Minggu, 16 November 2025 | 11:30 WIB
Dugaan Perampokan di Terminal Jombor Sleman: Korban Diduga Linglung, Polisi Selidiki
Kronologi Dugaan Perampokan di Terminal Jombor Sleman | Polisi Selidiki

Kronologi Dugaan Perampokan di Terminal Jombor Sleman dan Respons Polisi

Sebuah laporan kejahatan diterima oleh Polresta Sleman mengenai seorang pria yang mengaku menjadi korban perampokan. Insiden ini disebut terjadi di kawasan Terminal Jombor, Kabupaten Sleman, pada hari Sabtu.

Menurut pengakuan pria tersebut yang beredar di platform media sosial, ia mendatangi empat hingga lima orang pelaku yang membawa senjata tajam jenis celurit. Dalam kejadian itu, sejumlah barang berharga miliknya dilaporkan dirampas, termasuk sebuah laptop dan dokumen penting seperti ijazah.

Untuk keperluan penyelidikan lebih lanjut, pihak kepolisian telah membawa pria yang bersangkutan ke Mapolresta Sleman guna dimintai keterangan resmi mengenai kronologi peristiwa yang dialaminya.

Kendala Investigasi: Korban Diduga Mengalami Linglung

Dalam perkembangan terbaru, proses penyelidikan mengalami kendala. Humas Polresta Sleman, AKP Salamun, menjelaskan bahwa pria tersebut mengalami kesulitan dalam berkomunikasi dengan para penyidik.

"Tim kami masih berusaha mendalami kebenaran laporan ini. Saat ini, kami belum dapat menyimpulkan apakah laporan ini benar atau tidak. Namun, yang jelas, ketika diajak berkomunikasi, keterangannya belum jelas dan sulit dipahami," ujar Salamun.

Ia menambahkan bahwa kondisi pria tersebut diduga mengalami linglung, yang menyulitkan proses pemeriksaan. Identitas serta asal-usul pria ini juga masih dalam proses penelusuran oleh pihak kepolisian.

"Keterangan yang diberikan masih berbelit-belit dan belum ada kepastian yang jelas. Kami akan terus mendalami kasus ini untuk mendapatkan kejelasan," pungkas Salamun menutup pernyataannya.

Editor: Melati Kusuma

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar