Suara mesin alat berat menggema di Tempat Pemakaman Umum Kebon Nanas, Cipinang Besar Selatan, Jakarta Timur, Selasa lalu. Di bawah sorot matahari, petugas dengan sigap mengoperasikan mesin-mesin itu untuk membongkar satu per satu permukiman liar yang berdiri di atas lahan itu.
Ini bukan aksi spontan. Pemerintah Kota Jakarta Timur memang sedang gencar melakukan penertiban. Tujuannya jelas: mengembalikan fungsi lahan makam yang sempat 'tersandera' oleh hunian ilegal.
Latar belakangnya, Jakarta darurat lahan pemakaman. Tekanan itu yang mendorong pemkot bergerak cepat. Dengan dibersihkannya lokasi ini, diharapkan bisa menyediakan sekitar 2.500 petak makam baru. Angka yang cukup signifikan untuk meredam antrean panjang keluarga yang berduka.
Seorang petugas di lokasi, yang enggan disebutkan namanya, mengaku prosesnya berjalan lancar.
Artikel Terkait
Tiga Dekade Jualan Es Gabus di Kemayoran, Kini Sudrajat Pulang Karena Trauma
Ketua GP Ansor Bondowoso Ditahan Terkait Dugaan Korupsi Dana Seragam Rp1,2 Miliar
Islamic Centre Bekasi Terbengkalai 14 Tahun, Beralih Jadi Tempat Angker
Gubernur Jabar Soroti Penembakan Macan Tutul di Sanggabuana, Pelaku Diamankan