Di sisi lain, Pramono menegaskan bahwa sekadar menambal lubang bukan solusi jangka panjang. Ia bilang, perlu ada pengaspalan ulang secara menyeluruh agar hasilnya lebih kuat. Tentu saja, proses semacam itu butuh waktu dan kondisi cuaca yang lebih mendukung.
“Kenapa kemudian harus dilakukan yang lebih, bukan hanya menambal, tetapi membuat aspal yang baru. Dan itu perlu waktu,” jelasnya.
Soal anggaran? Gubernur meyakinkan bahwa hal itu bukan kendala. Ia sudah memerintahkan Dinas Bina Marga untuk bergerak cepat begitu intensitas hujan mulai turun.
“Saya akan minta kepada Dinas Bina Marga, begitu curah hujannya berkurang, untuk dilakukan karena budget-nya tidak jadi masalah untuk Jakarta,” pungkas Pramono.
Sebagai informasi, langkah antisipasi Pemprov DKI sebenarnya sudah dilakukan. Mereka bahkan memperpanjang operasi modifikasi cuaca hingga awal Februari ini untuk memitigasi potensi hujan lebat dan banjir yang mengancam. Jadi, warga mungkin harus bersabar dulu, sambil berharap cuaca segera membaik agar jalanan bisa diperbaiki dengan maksimal.
Artikel Terkait
TPU Kebon Nanas Disulap, 2.500 Petak Makam Baru Gantikan Permukiman Liar
Gus Ipul Pacu Digitalisasi Bansos, Uji Coba Dimulai dari Banyuwangi
BGN Larang Bawa Pulang Makanan Gratis, Sekolah Wajib Awasi Konsumsi di Tempat
Susno Duadji Sindir Komisi Reformasi Polisi: Sejak Awal Sudah Diniatkan Gagal