Musim Super League 2025/26 baru saja menginjak pekan ke-13. Tapi, sudah ada delapan pelatih yang angkat kaki dari kursinya. Padahal, kompetisi yang diikuti 18 klub ini belum sampai separuh jalan. Ada yang dipecat, ada pula yang memilih mundur sendiri.
Fenomena ini menarik perhatian Jean-Paul van Gastel. Pelatih PSIM Yogyakarta itu mengaku agak heran. Menurutnya, jumlah pemecatan di kasta tertinggi sepak bola Indonesia itu terlihat tinggi. Apalagi jika dibandingkan dengan liga-liga lain.
"Sepertinya cukup mudah untuk dipecat di sini,"
ungkap van Gastel kepada media, Kamis pekan lalu. Mantan asisten pelatih Feyenoord itu merasa pergantian pelatih terjadi begitu saja, meski musim masih sangat muda.
Artikel Terkait
Kekalahan Malut United di Ternate Guncang Papan Atas Super League
PSM Makassar Terjepit: Trucha Berjibaku Lawan Semen Padang yang Berubah Total
Imbang Lawan Irak, Timnas Futsal Indonesia Pastikan Tiket Juara Grup
PSM Makassar Beraksi di Tengah Badai Sanksi FIFA