Ia punya alasan. "Delapan pemecatan sebelum paruh musim itu banyak. Saya pikir itu di atas rata-rata di seluruh dunia," tambahnya.
Deretan nama yang sudah pergi cukup panjang: Bernardo Tavares (PSM Makassar), Eduardo Almeida (Semen Padang), lalu Peter de Roo (Persis Solo). Juga ada Alfredo Vera (Madura United), Mario Lemos (Persijap Jepara), dan Eduardo Perez (Persebaya Surabaya). Tak ketinggalan, Ong Kim Swee (Persik Kediri) serta Divaldo Alves (PSBS Biak). Intinya, performa tim dinilai tak sesuai target, dan manajemen pun menarik tuas.
Di sisi lain, tim asuhan van Gastel justru sedang bersinar. Sebagai tim promosi, PSIM Yogyakarta malah nyaman bercokol di posisi kelima klasemen sementara dengan 22 poin. Hasil yang cukup mengejutkan bagi banyak pihak.
Laskar Mataram akan diuji dalam dua laga tersisa tahun ini. Mereka bertandang ke markas Persijap Jepara pada Selasa (23/12), sebelum kembali ke kandang menjamu PSBS Biak tepat seminggu setelahnya.
Artikel Terkait
Arsenal Hajar Leeds 4-0, Akhiri Tren Buruk di Puncak Klasemen
Bernardo Tavares Hadapi Hantu Masa Lalu di GBT
Kekalahan Malut United di Ternate Guncang Papan Atas Super League
PSM Makassar Terjepit: Trucha Berjibaku Lawan Semen Padang yang Berubah Total