Dampak di Surabaya: Lima Kereta Terhenti
Sementara itu, di wilayah Daop 8 Surabaya, situasinya juga cukup serius. Lima perjalanan kereta api terpaksa berhenti luar biasa atau BLB. Menurut Mahendro Trang Bawono, Humas Daop 8, kereta-kereta itu berhenti di lintasan antara Bangil dan Wlingi pascagempa pukul 08.22 WIB.
"Tiga berhenti di stasiun, dua lagi di tengah perjalanan," tuturnya.
Koordinasi dengan unit terkait langsung dilakukan. Seluruh perjalanan di wilayah itu dihentikan sambil menunggu laporan dari petugas lapangan mengenai kondisi prasarana. Durasi berhentinya bervariasi, mulai dari 21 menit untuk KA Kertanegara hingga 40 menit untuk KA Matarmaja.
Mahendro menegaskan, langkah ini murni untuk keamanan. "Setiap potensi risiko harus dipastikan aman dulu sebelum operasional dilanjutkan," tegasnya.
Pemeriksaan intensif dilakukan. Hasilnya, pada pukul 09.01 WIB, seluruh prasarana dinyatakan aman dan operasional kereta bisa kembali normal. Pihak KAI Daop 8 pun memohon maaf atas ketidaknyamanan yang timbul.
"Prioritas kami tidak berubah: menghadirkan layanan yang aman dan andal," pungkas Mahendro.
Berdasarkan data BMKG, gempa ini berpusat di darat, sekitar 24 km tenggara Pacitan dengan kedalaman 122 km. Getarannya dilaporkan terasa hingga Malang, Yogyakarta, Jember, bahkan sampai ke Bali seperti Denpasar dan Kuta. Untungnya, BMKG memastikan gempa ini tidak memicu tsunami dan belum ada laporan gempa susulan yang signifikan.
Artikel Terkait
BNN Angkat Bicara Soal Gas Tertawa Usai Kasus Lula Lahfah
Dino Patti Djalal: Indonesia Harus Kritis di Board of Peace, Bukan Sekadar Penurut
Inflasi di Daerah Bencana Mulai Reda, Pasokan Barang Kembali Lancar
Selat Hormuz: Ketika Ancaman Lebih Berbahaya Daripada Serangan Itu Sendiri