Ceritanya begini. Ada seorang kenalan yang ngajak ketemuan di Starbucks. Saya tolak, dengan alasan sederhana: saya lagi ikutan boikot. Reaksinya? Malah dikatain. Katanya, tindakan saya itu nggak bakal ngaruh apa-apa.
Nah, di situ saya balas. Saya ingetin dia, yang notabene seorang muslim, tentang kisah semut di zaman Nabi Ibrahim.
Sejak pesan itu dikirim, diam. Nggak ada balasan lagi di WhatsApp. Mungkin lagi mikir, atau mungkin juga kesel. Entahlah.
Artikel Terkait
IKA Unhas Salurkan Bantuan ke Warga Terdampak Banjir di Barombong
Mantan Kekasih Diamankan Diduga Tewaskan Mahasiswi di Dumai
Ketua Komisi VIII Tak Sadar Ada Upaya Pengkondisian Pansus Haji oleh Yaqut
Kelme Luncurkan Jersey Timnas Indonesia dengan Teknologi Jacquard dan Emblem Silikon 3D