Ceritanya begini. Ada seorang kenalan yang ngajak ketemuan di Starbucks. Saya tolak, dengan alasan sederhana: saya lagi ikutan boikot. Reaksinya? Malah dikatain. Katanya, tindakan saya itu nggak bakal ngaruh apa-apa.
Nah, di situ saya balas. Saya ingetin dia, yang notabene seorang muslim, tentang kisah semut di zaman Nabi Ibrahim.
Sejak pesan itu dikirim, diam. Nggak ada balasan lagi di WhatsApp. Mungkin lagi mikir, atau mungkin juga kesel. Entahlah.
Artikel Terkait
Prabowo di Dewan Perdamaian Trump: Diplomasi atau Pengkhianatan Prinsip?
Iran Siaga Perang Total, Balas Setiap Serangan AS
Sudan Terbelah, Darurat Kemanusiaan, dan Panggilan bagi Indonesia
Trump Bentuk Dewan Perdamaian, 10 Alasan Mengapa Langkah Ini Dianggap Bermasalah