Versi pemerintahan Trump menyebutkan penembakan terjadi karena Pretti mendekati agen dengan membawa pistol. Tapi, cerita itu langsung buyar oleh sebuah video rekaman. Dalam cuplikan yang beredar itu, terlihat Pretti justru memegang telepon, bukan senjata, saat dia bergulat dengan para agen hingga terjatuh.
Yang bikin pilu, rekaman itu juga menunjukkan petugas mengeluarkan sebuah senjata api dari dekat pinggang Pretti setelah pria itu dilumpuhkan. Beberapa saat kemudian, tembakan dilepaskan dan Pretti meninggal. Memang, dia adalah pemilik senjata berlisensi.
Di sisi lain, Leavitt menegaskan insiden berdarah ini sama sekali tidak akan menghentikan niat Trump.
Sejatinya, para pemimpin Demokrat memang sangat menentang pengiriman agen imigrasi tambahan ke Minnesota oleh pemerintahan Trump. Mereka menyebut langkah itu sebagai invasi tanpa hukum yang justru mengancam keselamatan publik. Tak heran, aksi protes besar-besaran pun meletus di jalanan, menolak kebijakan yang dianggap banyak pihak sebagai represif itu.
Artikel Terkait
Gempa Dangkal 3,6 SR Guncang Blitar Pagi Ini, Tak Ada Laporan Kerusakan
Kapolri Tolak Wacana Polri Dibawah Kementerian: Lebih Baik Jadi Petani
Anies Kritik Pengambilan Keputusan Lewat Otot Politik
Rocky Gerung Diperiksa Polda Metro Jaya Terkait Kasus Ijazah Jokowi