Dari Sapu Jalanan ke Sarjana: Perjuangan Ulina Mengantar Anak ke Kampus

- Senin, 26 Januari 2026 | 20:24 WIB
Dari Sapu Jalanan ke Sarjana: Perjuangan Ulina Mengantar Anak ke Kampus

Sudah lebih dari dua dekade, asap kendaraan bermotor menjadi bagian tak terpisahkan dari hari-hari Ulina Silolo. Perempuan 52 tahun ini adalah penyapu jalanan di Kota Medan, sebuah pekerjaan yang dijalankannya sejak 2001. Terik matahari Medan jelas tak bersahabat, membuat keringatnya terus bercucuran. Tapi, semangatnya untuk mencari nafkah tak pernah surut.

Kehidupan memang tak mudah baginya. Setelah ditinggal suami, Ulina menjadi satu-satunya tulang punggung keluarga. Namun, dari profesi yang dianggap banyak orang remeh ini, ia justru berhasil mengantarkan kelima anaknya ke bangku sekolah. Pencapaian yang luar biasa. Salah satunya bahkan berhasil meraih gelar Sarjana Biologi dari Universitas Pelita Harapan di Jakarta.

“Yang penting kerja halal, bukan koruptor,” ujar Ulina suatu Senin di akhir Januari.

Anak itu mendapatkan beasiswa penuh, dari semester pertama hingga wisuda. Tapi perjuangan Ulina belum usai. Ia masih harus membiayai anak bungsunya yang masih duduk di bangku SMA. Dengan penghasilan sekitar tiga juta rupiah per bulan dari menyapu jalan, ia terus bekerja keras.

Menurutnya, anak-anaknya justru bangga dengan pilihan ibunya. “Enggak ada (melarang), anak saya bangga. Karena memang kemauan kan. Kalau enggak kerja mau ngapain coba, penghasilannya dari mana? Kan masih butuh makan. Adiknya masih ada dua lagi yang sekolah,” tuturnya.

Setiap hari, dari rumahnya di Simalingkar, Ulina menghabiskan waktu satu jam perjalanan untuk sampai ke lokasi kerjanya. Sebuah ritual yang dijalaninya dengan ikhlas.


Halaman:

Komentar