Reaksi warganet kali ini benar-benar bikin merinding. Makjleb, istilahnya. Intinya sih, mereka geram.
Ada satu poin yang terus diulang dan jadi sorotan: saat penjambretan terjadi, itu adalah bukti nyata kegagalan aparat. Gagal melindungi harta benda masyarakat yang seharusnya jadi tanggung jawab mereka.
Lalu, ketika warga turun tangan sendiri mengejar pelaku, alasannya sederhana: polisi tidak ada di tempat untuk mencegah kejadian itu sejak awal. Logika yang dilontarkan cukup menusuk. Kalau warga dilarang mengejar, konsekuensinya polisi harus bisa hadir di setiap sudut, menangani setiap kejadian kriminal secara instan. Mungkinkah?
Yang kemudian jadi ironi pahit, menurut cuitan itu, justru warga yang berakhir jadi tersangka. Gagal di sana-sini, tapi yang kena getahnya malah rakyat biasa.
“GAGAL DAN GAGAL tapi warga yang jadi tersangka,” tulisnya.
Komentar pedas itu datang dari akun @lantip. Singkat, tapi rasanya mewakili kegelisahan banyak orang di luar sana.
Artikel Terkait
Putri Sulung Raja Thailand, Bajrakitiyabha, Meninggal Dunia Setelah Tiga Tahun Koma
Kanada Larang Anak di Bawah 16 Tahun Miliki Akun Media Sosial Demi Lindungi Kesehatan Mental
Harga Emas Antam Kembali Tembus Rp2,7 Juta per Gram, Naik Rp20.000 Hari Ini
Pemerintah Klaim Penuhi 90 Persen Usulan Petani dan Pemda Papua untuk Pengembangan Pertanian