Reaksi warganet kali ini benar-benar bikin merinding. Makjleb, istilahnya. Intinya sih, mereka geram.
Ada satu poin yang terus diulang dan jadi sorotan: saat penjambretan terjadi, itu adalah bukti nyata kegagalan aparat. Gagal melindungi harta benda masyarakat yang seharusnya jadi tanggung jawab mereka.
Lalu, ketika warga turun tangan sendiri mengejar pelaku, alasannya sederhana: polisi tidak ada di tempat untuk mencegah kejadian itu sejak awal. Logika yang dilontarkan cukup menusuk. Kalau warga dilarang mengejar, konsekuensinya polisi harus bisa hadir di setiap sudut, menangani setiap kejadian kriminal secara instan. Mungkinkah?
Yang kemudian jadi ironi pahit, menurut cuitan itu, justru warga yang berakhir jadi tersangka. Gagal di sana-sini, tapi yang kena getahnya malah rakyat biasa.
“GAGAL DAN GAGAL tapi warga yang jadi tersangka,” tulisnya.
Komentar pedas itu datang dari akun @lantip. Singkat, tapi rasanya mewakili kegelisahan banyak orang di luar sana.
Artikel Terkait
Wakil Bupati Bone Pimpin Upacara Hari Otonomi Daerah, Tekankan Penguatan Pelayanan Publik dan Kemandirian Fiskal
AC Milan vs Juventus Imbang Tanpa Gol, Peluang Liga Champions Terancam
Inter Milan Gagal Pertahankan Keunggulan Dua Gol, Ditahan Imbang Torino 2-2
Gubernur Sulsel Groundbreaking Jalan 141 Kilometer Buka Isolasi Wilayah Seko di Luwu Utara