Reaksi warganet kali ini benar-benar bikin merinding. Makjleb, istilahnya. Intinya sih, mereka geram.
Ada satu poin yang terus diulang dan jadi sorotan: saat penjambretan terjadi, itu adalah bukti nyata kegagalan aparat. Gagal melindungi harta benda masyarakat yang seharusnya jadi tanggung jawab mereka.
Lalu, ketika warga turun tangan sendiri mengejar pelaku, alasannya sederhana: polisi tidak ada di tempat untuk mencegah kejadian itu sejak awal. Logika yang dilontarkan cukup menusuk. Kalau warga dilarang mengejar, konsekuensinya polisi harus bisa hadir di setiap sudut, menangani setiap kejadian kriminal secara instan. Mungkinkah?
Artikel Terkait
Kelme Luncurkan Jersey Timnas Indonesia dengan Teknologi Jacquard dan Emblem Silikon 3D
IHSG Melemah 0,37%, Analis Soroti Potensi Koreksi dan Peluang Penguatan
BSI Gelar Festival Ramadan di Makassar, Tawarkan Diskon Umrah hingga DP 0% Kendaraan
IJTI Peringatkan Perjanjian Dagang RI-AS Ancam Media Nasional