Hujan tak henti-hentinya mengguyur sejak Jumat malam. Lalu, Sabtu dini hari pukul dua, tanah di lereng curam Desa Pasirlangu itu tak lagi sanggup menahan beban. Bergeraklah ia, menimbus permukiman warga dalam sekejap. Peristiwa nahas itu kini menyisakan duka dan pekerjaan besar: pencarian puluhan warga yang hilang.
Hingga Minggu malam (25/1) pukul 23.00, angka korban terus bergerak. Sudah 17 jiwa dilaporkan meninggal. Tapi yang membuat hati was-was, 73 orang lainnya masih belum ditemukan, hilang tertimbun material longsor. Pencarian pun digenjot.
Tim SAR gabungan yang terdiri dari Basarnas, BPBD, TNI, Polri, dan relawan bergerak tanpa henti. Mereka tak bekerja sendirian. Kementerian Sosial turun tangan memberikan dukungan logistik untuk operasi tanggap darurat ini.
Menteri Sosial Saifullah Yusuf atau yang akrab disapa Gus Ipul menegaskan komitmennya.
Begitu pernyataan tertulisnya yang dikeluarkan Senin (26/1).
Bantuan itu nyata adanya. Dari Gudang Dinas Sosial Jabar, dikirimkan tenda serbaguna, tenda keluarga, ratusan lembar kasur dan selimut. Juga ratusan paket makanan siap saji, lauk pauk, hingga paket khusus untuk anak-anak dan keluarga. Semua untuk mendukung kondisi darurat yang memprihatinkan ini.
Artikel Terkait
Polda Metro Jaya Perketat Patroli dan Pengawasan di Titik Rawan Pencurian Fasum
Gubernur Anung Berang, Trotoar Kramat Jaya Hancur Diduga Dicuri Kabel
Ketika Menolong Jadi Perkara: Dilema Warga di Balik Kasus Begal Sleman
Tiga Fraksi Kunci DPR Tegaskan Polri Harus Tetap di Bawah Presiden