Menurutnya, kunci kekuatan Israel sebenarnya ada di tangan Amerika dan sekutu-sekutunya. Tanpa sokongan itu, Israel takkan sanggup menghadapi keteguhan rakyat Gaza dan umat Islam Palestina. “Palestina itu luar biasa, umat Islamnya kuat,” tegas Kiai Didin. Ia yakin, andai dukungan itu dicabut, posisi Israel akan goyah.
Di sisi lain, ia mengajak umat Islam untuk tak berhenti berdoa dan mendukung perjuangan Palestina. “Kita berharap dan berdoa kepada Allah, ujungnya adalah kebaikan,” ucapnya. Tapi di balik seruan itu, ada pesan tersirat untuk tetap kritis.
Kiai Didin mengingatkan agar umat Islam jangan mudah tertipu. Waspadalah terhadap pihak-pihak yang memakai kedok perdamaian untuk melemahkan dan mengendalikan. Itu tipu daya klasik yang harus diwaspadai.
“Mudah-mudahan orang-orang yang menipu segera dibukakan oleh Allah,” pungkasnya.
“Agar mereka tidak bisa menguatkan kolaborasinya dengan menipu umat Islam atas nama perdamaian, padahal ujungnya ingin mengendalikan.”
Peringatannya jelas. Perdamaian jangan jadi alat permainan. Niatnya harus bersih, caranya harus adil. Kalau tidak, itu cuma ilusi atau lebih buruk lagi, sebuah jebakan.
Artikel Terkait
PSG Hajar Chelsea 5-2 dalam Laga Spektakuler Babak 16 Besar Liga Champions
Valverde Cetak Hattrick, Real Madrid Hancurkan Manchester City 3-0 di Liga Champions
12 Maret dalam Catatan Sejarah: Dari Awal Orde Baru Hingga Pawai Garam Gandhi
Panglima TNI Lakukan Rotasi Besar-besaran, Pangdam Jaya Naik Pangkat