Sore Minggu di MT Haryono memang ramai. Kendaraan lalu lalang, tapi ritmenya tak konsisten. Di tengah arus yang seharusnya lancar, banyak pengendara tiba-tiba mengerem atau bermanuver menghindari sesuatu. Penyebabnya? Aspal jalan yang terkelupas, meninggalkan lubang-lubang menganga yang siap mengagetkan.
Perjalanan dari Kuningan menuju Pancoran lalu ke Cawang membuktikan hal itu. Sejak awal, beberapa lubang sudah terlihat. Meski belum terlalu dalam, kehadirannya memaksa setiap orang untuk mengurangi kecepatan. Kalau ngebut sedikit, keseimbangan bisa langsung hilang.
Namun begitu, kondisi justru makin parah setelah flyover Pancoran-Kuningan. Di sini, lubang muncul lebih sering dan lebih ganas. Beberapa di antaranya bersarang tepat di tengah jalur, kedalamannya jelas terasa lebih ekstrem. Pengendara pun tak lagi sekadar waspada, tapi harus terus-terusan mengakali setir atau stang motornya, seperti sedang slalom di tengah jalan raya.
Kerusakan ini masih terbawa hingga ke kawasan Gatot Subroto. Memang, beberapa titik sudah ditambal. Tampak lapisan aspal baru yang warnanya lebih gelap. Sayangnya, tambalan itu seringkali tidak menyelesaikan masalah. Permukaan jalan tetap bergelombang, membuat kendaraan seperti berjalan di atas punggung ular.
Bagi Arif yang berusia 26 tahun, pemandangan seperti ini sudah jadi makanan sehari-hari. Pria yang rutin melintas MT Haryono untuk kerja ini punya cerita.
Artikel Terkait
Anggota DPRD Kudus Divonis Kerja Sosial, Hukuman Pertama di Era KUHP Baru
Sign: Drama Forensik Lawas yang Jadi Cikal Bakal Thriller Medis Korea
Prabowo Curi Waktu dengan Zidane di Davos, Bahas Mimpi Besar Sepakbola Indonesia
Tito Karnavian Desak Relokasi dan Reboisasi Usai Longsor Pasirlangu