Hujan deras yang mengguyur tanpa henti sejak Jumat malam akhirnya memicu bencana di lereng Gunung Slamet. Longsor dan banjir bandang menerjang sejumlah desa di beberapa kabupaten sekitarnya. Situasinya cukup parah, sampai-sampai ratusan warga harus mengungsi. Bahkan, ada korban jiwa yang berjatuhan.
Di Pemalang, satu nyawa melayang akibat luapan sungai yang ganas. Kapolres Pemalang, AKBP Rendy Setia Permana, mengonfirmasi hal ini.
Korban yang terbawa arus deras Kali Penakir itu ditemukan warga di jembatan sungai wilayah Dukuh Tretep, Sabtu dini hari. Evakuasi pun segera dilakukan.
Tak hanya itu, sedikitnya 92 warga lain dari Desa Penakir juga terpaksa dievakuasi ke Kantor Kecamatan Pulosari. Pihak berwenang kini berkoordinasi mendirikan posko darurat dan membersihkan material banjir yang memenuhi lokasi.
Dampaknya ternyata meluas. Di Purbalingga, banjir bandang menyapu Desa Serang dan Kutabawa setelah sungai meluap. Akses jalan menuju dua dusun terpencil pun terputus, terisolasi oleh tumpukan material.
Artikel Terkait
Santet Masuk KUHP: Antara Mitos, Konflik Sosial, dan Dilema Hukum Modern
Suami Sleman Jalani Mediasi Usai Tewaskan Dua Jambret yang Sasar Istrinya
Lubang-Lubang Menganga di MT Haryono, Ujian Harian bagi Pengendara
Kesabaran dan Sampah di Ujung Joran: Kisah Memancing di Kali Angke