Hujan deras yang mengguyur kawasan Cisarua, Bandung Barat, meninggalkan duka yang dalam. Longsor yang terjadi pada Minggu (25/1) itu bukan hanya merenggut nyawa dan merusak rumah, tetapi juga menyisakan luka di benak para korban yang selamat. Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA), Arifah Fauzi, langsung meninjau lokasi untuk melihat kondisi para pengungsi.
Dari pantauannya, banyak di antara mereka adalah ibu-ibu yang masih terguncang. Rasanya, trauma akibat bencana itu masih sangat terasa. Beberapa dari mereka bahkan sedang dalam masa kehamilan.
"Yang sedang mengandung atau hamil. Kemudian kalau tadi kita diskusi, berbicara dengan ibu-ibu yang ada di situ terlihat sekali bahwa mereka mengalami trauma yang sangat berpengaruh," ujar Arifah.
Menghadapi situasi itu, ia memastikan kementeriannya tak akan tinggal diam. Bantuan dan pendampingan psikologis akan segera diupayakan agar kondisi mental para ibu bisa berangsur membaik.
"Kalau dilihat dari cara berbicaranya maka kami tentunya akan berkoordinasi dengan berbagai pihak bagaimana layanan dukungan psikososial, trauma healing ini bisa kita lakukan bersama-sama untuk memberikan penguatan kembali," kata dia menambahkan.
Artikel Terkait
Anggota DPRD Kudus Divonis Kerja Sosial, Hukuman Pertama di Era KUHP Baru
Sign: Drama Forensik Lawas yang Jadi Cikal Bakal Thriller Medis Korea
Prabowo Curi Waktu dengan Zidane di Davos, Bahas Mimpi Besar Sepakbola Indonesia
Tito Karnavian Desak Relokasi dan Reboisasi Usai Longsor Pasirlangu