“Seminggu terakhir ini memang melelahkan tidak hanya fisik tetapi mental karena keluarga besar KKP tengah ditimpa musibah kecelakaan pesawat ATR 42-500,” ungkap Trenggono.
“Walau tengah menjalankan tugas negara mendampingi Presiden di London dan Davos, sebagai komandan di KKP saya selalu bersama pasukan baik suka dan duka. Menjadi inspektur upacara bagi mereka yang berpulang adalah wujud pendampingan terakhir,” tuturnya lagi, menggambarkan betapa berat minggu-minggu ini baginya.
Di sisi lain, kabar dari internal kementerian juga menenangkan. Doni Ismanto, Staf Khusus Menteri bidang Humas, memastikan kondisi bosnya sudah stabil dan akan kembali bekerja pada Senin (26/1).
“Aman Bapaknya, sudah baikan, kecapekan,” kata Doni saat dikonfirmasi.
“Beliau baru sampai dari perjalanan dinas itu, terus selama di Eropa memantau terus perkembangan di Jakarta. Begitu tahu sudah diumumkan korban, beliau ingin mendampingi keluarga dan berpartisipasi dalam proses upacara,” jelasnya, melengkapi alasan di balik kelelahan sang menteri.
Jadi, meski sempat membuat heboh, semuanya sudah terkendali. Trenggono hanya butuh istirahat sejenak setelah menanggung beban tugas dan duka yang bertubi-tubi.
Artikel Terkait
Santet Masuk KUHP: Antara Mitos, Konflik Sosial, dan Dilema Hukum Modern
Suami Sleman Jalani Mediasi Usai Tewaskan Dua Jambret yang Sasar Istrinya
Lubang-Lubang Menganga di MT Haryono, Ujian Harian bagi Pengendara
Kesabaran dan Sampah di Ujung Joran: Kisah Memancing di Kali Angke