Operasi pencarian sendiri tak berjalan mudah. Tim SAR gabungan memang sudah mengerahkan alat berat untuk mempercepat evakuasi. Tapi, menurut sejumlah saksi di lokasi, kondisi tanah yang masih labil jadi kendala besar. Hal ini tidak hanya memperlambat proses, tapi juga berpotensi membahayakan nyawa para petugas yang bertugas.
Di tengah segala kesulitan itu, upaya di lapangan terus digenjot. "Hingga saat ini, BPBD Kabupaten Bandung Barat bersama lintas instansi terkait masih melakukan pendataan lanjutan, pemantauan wilayah terdampak, serta melanjutkan pencarian korban dan pendataan kerusakan rumah warga," jelas Muhari.
Sebelum pernyataan resmi BNPB, tim SAR sebenarnya sudah menemukan dua jenazah lagi pada Minggu siang. Penemuan ini terjadi di lokasi bencana yang sama, Desa Pasirlangu. Dengan temuan terbaru ini, total korban meninggal yang berhasil dievakuasi menjadi 13 orang. Sayangnya, 77 orang masih dinyatakan hilang.
Suasana evakuasi berlangsung sangat dramatis. Di bawah guyuran hujan gerimis, petugas harus bekerja ekstra hati-hati. Mereka menyisir tumpukan material tanah yang masih sangat rawan bergerak. Risiko longsor susulan selalu mengintai.
Kedua jenazah yang ditemukan sekitar pukul 10.00 WIB itu langsung dibawa petugas menggunakan kantong jenazah. Tujuannya adalah Puskesmas Pasirlangu untuk proses identifikasi lebih lanjut.
Artikel Terkait
Kesabaran dan Sampah di Ujung Joran: Kisah Memancing di Kali Angke
Rekaman Ponsel Bongkar Versi Resmi, Penembakan ICE di Minneapolis Picu Gelombang Kemarahan Nasional
Sembilan RT di Jakarta Masih Terendam, Warga Mulai Mengungsi
Dokter Tifa Sebut Kasus Ijazah sebagai Penipuan Terbesar dalam Sejarah