imbuhnya. Bahkan, Trump menggambarkan skenario suram. Dia bilang China akan "melahap Kanada hidup-hidup," dan menghancurkan dunia usaha hingga tatanan sosial mereka.
Semua ini berawal dari pidato Carney di Forum Ekonomi Dunia di Davos, Selasa lalu. Saat dia bicara soal "keretakan" tatanan global, audiens memberi tepuk tangan meriah. Banyak yang menangkapnya sebagai sindiran halus atau mungkin tidak terlalu halus terhadap gaya politik Trump yang sering mengacaukan status quo internasional. Meski nama Trump tak disebut, targetnya jelas.
Trump pun tak tinggal diam. Esok harinya, dia membalas lewat pidatonya sendiri. Tak cuma itu, dia juga mencabut undangan bagi Carney untuk bergabung di "Dewan Perdamaian" versinya. Dewan yang awalnya dikabarkan fokus pada situasi pasca-perang Gaza ini, kini cakupannya tampak meluas. Banyak pengamat yang khawatir, ini adalah upaya Trump untuk membuat badan tandingan bagi PBB.
Menanggapi semua ini, Carney tampak berusaha menegaskan kemandirian negaranya.
tegasnya dalam pidato nasional Kamis lalu. Meski begitu, dia tetap mengakui bahwa kemitraan dengan AS adalah sesuatu yang luar biasa. Tapi, nada perlawanannya sudah terasa. Pertanyaannya sekarang, apakah hubungan dua sekutu lama ini akan makin runyam?
Artikel Terkait
Moving: Drama Superhero Korea yang Curi Perhatian dan Raih Daesang
Korban Penjambretan di Sleman Berbalik Jadi Tersangka Usai Kejar Pelaku
Dahlan Iskan Ungkap Kerugian Rp2 Triliun Akibat Guncangan Harga Batu Bara
Potret Pahit Pendidikan Indonesia: Skor TKA 2025 Buka Mata dan Jurang Antardaerah