“Kita sudah salah dari awal tata ruangnya, harus dibenahi berulang-ulang saya katakan,” tegasnya.
Ia pun menyayangkan lemahnya mitigasi bencana selama ini. Pembangunan seolah berjalan tanpa mempertimbangkan kerawanan yang ada. “Daerah seperti ini tidak layak jadi kebun sayur, layaknya jadi hutan bambu. Kita sudah lama membangun tanpa mitigasi bencana. Sejak awal tata ruangnya salah,” ucap KDM.
Sementara itu, di lokasi yang sama, upaya pencarian terus berlangsung dengan intens. Tim SAR gabungan yang melibatkan unsur pemerintah daerah, TNI, Polri, dan relawan masih berjibaku menyisir reruntuhan.
Mereka bekerja dengan penuh kehati-hatian. Pasalnya, kondisi tanah di lokasi masih labil dan mengancam dengan longsor susulan. Keselamatan petugas menjadi pertimbangan utama di tengah upaya menyelamatkan nyawa yang mungkin masih tertimbun.
Hingga Sabtu sore, korban tewas yang berhasil dievakuasi masih bertahan di angka delapan orang. Pencarian terhadap puluhan warga yang hilang tetap menjadi prioritas, meski harapan semakin kecil.
Artikel Terkait
Bima Arya Tinjau Longsor Cisarua, Janjikan Hunian Sementara untuk Korban
Tim SAR Siap Lanjutkan Pencarian di Gunung Burangrang, Modifikasi Cuaca Digelar
Meninggal di Usia 26, Lula Lahfah Jadi Korban Silent Killer Henti Jantung
Tito Karnavian Buka Huntara di Agam, Desak Data Korban Segera Diselesaikan