MURIANETWORK.COM Suasana di Desa Pasirlangu, Kabupaten Bandung Barat, Sabtu (24/1) lalu, terasa berat. Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi tampak berdiri di antara tumpukan tanah dan bebatuan, menatap lokasi bencana yang telah menenggelamkan puluhan rumah warga. Korban hilang masih puluhan, sementara delapan jiwa lainnya telah ditemukan tak bernyawa.
Menurut Dedi yang akrab disapa KDM akar masalahnya sudah jelas. “Iya kan sudah jelas (alih fungsi lahan),” ujarnya dengan nada prihatin.
Ia menjelaskan, lereng-lereng kaki Gunung Burangrang yang dulu hijau oleh hutan, kini berubah menjadi hamparan kebun sayur. Pohon-pohon besar yang mestinya menahan tanah, sudah banyak yang raib. Kawasan itu, katanya, sudah sangat kritis.
“Kebun sayur di kemiringan sampai ke puncak dan pohon-pohonnya sudah ditebangin sebagian,” tambahnya.
Memang, alih fungsi lahan yang tak terkendali itulah yang diduga jadi pemicu utama. Hujan deras yang mengguyur akhirnya menjadi pukulan terakhir. Material tanah dari lereng curam itu pun meluncur, menimbun permukiman di bawahnya.
KDM menegaskan, kesalahan ini bersifat sistemik dan berlarut-larut. Daerah dengan topografi seperti itu seharusnya tidak dijadikan lahan pertanian sayur secara masif. Tanaman palawija dengan akar yang pendek tak mampu mengikat tanah sekuat tanaman keras atau hutan bambu.
Artikel Terkait
Bima Arya Tinjau Longsor Cisarua, Janjikan Hunian Sementara untuk Korban
Tim SAR Siap Lanjutkan Pencarian di Gunung Burangrang, Modifikasi Cuaca Digelar
Meninggal di Usia 26, Lula Lahfah Jadi Korban Silent Killer Henti Jantung
Tito Karnavian Buka Huntara di Agam, Desak Data Korban Segera Diselesaikan