JAKARTA – Rencana Timnas Indonesia U-22 di SEA Games 2025 mendadak berubah total. Penyebabnya, Kamboja memutuskan mundur dari cabang sepak bola dan tujuh cabang olahraga lainnya. Komite Olimpiade Nasional mereka (NOCC) resmi menarik diri, didorong oleh kekhawatiran akan keamanan.
Keputusan ini, menurut sejumlah sumber, tak lepas dari dua hal: ketegangan diplomatik di perbatasan dengan Thailand selaku tuan rumah, plus banjir besar yang melanda Songkhla. Akibatnya, panitia terpaksa mengacak ulang susunan grup. Indonesia yang semula di Grup C, kini ditempatkan di Grup A bersama Myanmar dan Filipina.
Pengunduran Kamboja diumumkan lewat surat resmi pada 26 November 2025. Surat itu ditujukan kepada Federasi SEA Games (SEAGF) dan Komite Penyelenggara Thailand (THASOC). Langkah ini mengurangi partisipasi Kamboja dari 21 cabang menjadi hanya 13, semata-mata untuk melindungi atlet dan ofisial mereka.
Dampaknya berantai. Kamboja semula satu grup dengan Thailand dan Timor Leste di Grup A. Mundurnya mereka membuat Singapura, yang tadinya di Grup C, pindah mengisi slot kosong itu. Nah, posisi Grup B tetap aman berisi Vietnam, Malaysia, dan Laos. Sementara Grup C jadi kosong. Itulah yang memaksa Indonesia pindah ke Grup A, sekaligus menghapus pertandingan melawan Singapura dari peta perjalanan Garuda Muda.
Di sisi lain, skuad besutan Indra Sjafri harus beradaptasi dengan cepat. Jadwal baru sudah di depan mata. Persiapan pun langsung diarahkan ulang, fokus pada analisis lawan dan simulasi taktik untuk dua laga yang tersisa. Meski dianggap grup yang lebih ringan, target enam poin penuh tetap mutlak.
Berikut jadwal resmi Timnas U-22 Indonesia setelah perubahan:
Senin, 8 Desember 2025: Filipina vs Indonesia
Jumat, 12 Desember 2025: Indonesia vs Myanmar
Dua lawan ini punya karakter berbeda. Filipina dikenal agresif di level U-23, sementara Myanmar punya fisik dan disiplin yang kerap merepotkan. Satu hal yang pasti: hanya juara grup yang dapat tiket ke semifinal. Kehilangan poin di fase ini akan berakibat fatal.
Penggemar tentu berharap ada akselerasi performa dalam jadwal padat SEA Games 2025 Thailand (9-20 Desember) nanti. Adaptasi cepat adalah kunci untuk merebut emas di multievent terbesar Asia Tenggara ini. Setidaknya, ada sisi positifnya: Indonesia terhindar dari lawan-lawan berat di fase awal grup.
Artikel Terkait
AC Milan Kembali ke Jalur Kemenangan, Geser ke Posisi Dua Serie A
Persib Tekan Gas di Serang, Puncak Klasemen Super League 2025-2026 Dipertaruhkan
Persik Kediri Kalahkan Persita 1-0 Berkat Gol Jon Toral
Mauricio Souza Kritik Kreativitas Lini Depan Meski Persija Taklukkan PSBS Biak