Menurut Sanchez, bagaimana masa depan Gaza dan Palestina harus ditentukan oleh rakyat Palestina. Bukan oleh keputusan sepihak dari pihak luar. Ia melihat, ketiadaan perwakilan resmi Palestina dalam struktur dewan itu justru mengikis prinsip keadilan. Bahkan, langkah tersebut dinilainya bertentangan dengan hukum internasional dan komitmen terhadap sistem PBB yang multilateral.
Di sisi lain, sikap Spanyol ini bukanlah hal yang mendadak. Sanchez menyatakan ini konsisten dengan posisi negaranya yang sudah lama dipegang: mendukung solusi damai yang adil, inklusif, dan benar-benar berkelanjutan.
Ia menekankan satu poin krusial. Upaya perdamaian, bagaimanapun, hanya akan berhasil jika melibatkan semua pihak yang berkepentingan. Terutama, tentu saja, warga Palestina yang hidupnya paling terdampak oleh konflik panjang ini.
Artikel Terkait
Iran Mundur dari Piala Dunia 2026, Sebut Kondisi Keamanan dan Politik Tak Memungkinkan
BMKG Imbau Waspada Potensi Hujan Sedang hingga Lebat di Sebagian Besar Sulsel
Israel Lancarkan Serangan Besar ke Basis Hizbullah di Beirut, Balasan Roket Mendarat di Utara
PSG Hajar Chelsea 5-2 dalam Laga Spektakuler Babak 16 Besar Liga Champions