Menurut Sanchez, bagaimana masa depan Gaza dan Palestina harus ditentukan oleh rakyat Palestina. Bukan oleh keputusan sepihak dari pihak luar. Ia melihat, ketiadaan perwakilan resmi Palestina dalam struktur dewan itu justru mengikis prinsip keadilan. Bahkan, langkah tersebut dinilainya bertentangan dengan hukum internasional dan komitmen terhadap sistem PBB yang multilateral.
Di sisi lain, sikap Spanyol ini bukanlah hal yang mendadak. Sanchez menyatakan ini konsisten dengan posisi negaranya yang sudah lama dipegang: mendukung solusi damai yang adil, inklusif, dan benar-benar berkelanjutan.
Ia menekankan satu poin krusial. Upaya perdamaian, bagaimanapun, hanya akan berhasil jika melibatkan semua pihak yang berkepentingan. Terutama, tentu saja, warga Palestina yang hidupnya paling terdampak oleh konflik panjang ini.
Artikel Terkait
Bima Arya Tinjau Longsor Cisarua, Janjikan Hunian Sementara untuk Korban
Tim SAR Siap Lanjutkan Pencarian di Gunung Burangrang, Modifikasi Cuaca Digelar
Meninggal di Usia 26, Lula Lahfah Jadi Korban Silent Killer Henti Jantung
Tito Karnavian Buka Huntara di Agam, Desak Data Korban Segera Diselesaikan