Sabtu lalu, Yogyakarta diguncang angin kencang. Bukan angin biasa, tapi teriakan kencang yang menggoyang atap dan merontokkan daun-daun. Wilayah seperti Pakem di Sleman merasakan dampaknya cukup kuat, dengan tiupan yang bikin was-was.
Menurut Warjono, Kepala Stasiun Meteorologi Yogyakarta, cuaca ekstrem ini punya kaitan dengan sebuah pusaran badai jauh di sana.
Jadi, biang keroknya adalah Siklon Tropis Luana yang berpusat di lepas pantai Australia. Efeknya merambat, mengacak-acak pola angin di lapisan atas, dan akhirnya menghantam daerah dengan topografi tinggi. Alam memang punya cara kerja yang rumit.
Artikel Terkait
Tanah Longsor Dini Hari di Bandung Barat Tewaskan Delapan Jiwa, 82 Orang Masih Dicari
Petugas Haji 2026 Ditempa Jalan Kaki 7,5 Km, Persiapan Hadapi Rute 25 Kilometer di Tanah Suci
Tim DVI Berhasil Identifikasi Tujuh Korban Lagi dalam Tragedi Gunung Bulusaraung
Rustam Effendi Tolak Damai, Pilih Hadapi Risiko Hukum Demuak Ijazah Jokowi