Rasanya tak mengherankan kalau Pandji Pragiwaksono kini 'diburu' untuk jadi tersangka. Sebab, kritiknya terhadap apa yang dia sebut "dinasti politik Jokowi" memang sudah lama terdengar. Bukan sembunyi-sembunyi, melainkan terang-terangan dan dengan nada yang cukup vulgar.
Semua itu bukan hal baru. Jauh sebelum tayang di Mens Rea Netflix, Pandji sudah kerap menyuarakan kekesalannya.
Di podcast Akbar Faizal Uncensored pada 12 Agustus 2024 lalu, misalnya, dia bicara blak-blakan.
Ungkapan itu mungkin bisa menjelaskan mengapa yang melaporkannya ke polisi punya kaitan historis dengan keluarga Jokowi. Ambil contoh laporan pertama. Pelapornya mengaku dari kalangan NU dan Muhammadiyah, tapi belakangan ketahuan pernah jadi Timses Gibran.
Belum usai urusan itu, Kamis (22/1/2026) lalu, Pandji kembali dilaporkan. Kali ini ke Polda Metro Jaya dengan tuduhan penistaan agama. Yang melayangkan laporan adalah perwakilan Majelis Pesantren Salafiyah Banten, KH Matin Syarkowi.
Artikel Terkait
Hujan Deras Landa Bekasi, Delapan Kecamatan Terendam dan Longsor Mengancam
Board of Peace Trump: Rekonstruksi Gaza atau Arsitektur Kolonial Baru?
SP-3 untuk Eggi Sudjana: Kemenangan Hukum atau Bunuh Diri Politik?
Longsor Dini Hari di Cisarua, Satu Tewas dan Puluhan Diduga Tertimbun