BENER MERIAH - Akses yang terputus, aktivitas ekonomi yang nyaris mati. Itulah situasi yang dihadapi warga Kampung Setie, Timang Gajah, setelah bencana banjir dan longsor melanda wilayah mereka pada November lalu. Jembatan penghubung antar dusun, urat nadi kehidupan mereka, hancur tak bersisa.
Namun, kondisi itu mulai berubah. Upaya pemulihan akhirnya tampak nyata. Polres Bener Meriah bersama Brimob Polda Aceh turun tangan membangun sebuah jembatan darurat. Bukan sekadar struktur kayu, ini adalah solusi mendesak untuk mengembalikan denyut kehidupan kampung tersebut.
Jembatan itu punya peran yang sangat krusial. Ia menjadi satu-satunya jalur untuk mengangkut hasil bumi warga durian, langsat, dan pinang ke pasar. Tanpa akses itu, semua terhenti. Roda perekonomian macet total.
Pengerjaannya dipimpin langsung oleh Kapolres Bener Meriah, AKBP Aris Cai Dwi Susanto. Menurutnya, langkah ini adalah wujud nyata kepedulian Polri. Kehadiran mereka, tegasnya, tak cuma soal keamanan.
"Kami juga hadir untuk membantu di saat darurat," ujarnya.
Artikel Terkait
Mooncake di Imlek 2026: Simbol Kebersamaan yang Lahir dari Pemberontakan Rahasia
Prabowo Masuk Dewan Perdamaian Trump: Strategi atau Penyimpangan Prinsip?
Siklon Tropis Luana Menguat, BMKG Imbau Waspada Dampak Gelombang Tinggi
Hujan Deras Landa Bekasi, Delapan Kecamatan Terendam dan Longsor Mengancam