Modus Proyek Fiktif, Bareskrim Ungkap Dugaan Penipuan Fintech DSI
Bareskrim Polri sedang menyelidiki PT Dana Syariah Indonesia (DSI) atas dugaan tindak pidana. Inti masalahnya, perusahaan fintech syariah ini diduga gagal memenuhi kewajibannya membayar kembali dana kepada para lender atau investor. Kerugiannya? Bisa mencapai triliunan rupiah.
Menurut penjelasan Brigjen Ade Safri Simanjuntak, Direktur Tindak Pidana Ekonomi Khusus, uang dari para lender itu diduga disalurkan ke proyek-proyek yang tak jelas keberadaannya. Caranya, dengan memanfaatkan data peminjam lama.
“Salah satunya dengan modus proyek fiktif. Mereka pakai data atau informasi dari borrower yang sudah ada,” kata Ade Safri saat berbicara di kantor DSI, Jakarta Selatan, Jumat lalu.
“Pendanaan dari para borrower atau korbannya ini diduga tidak dipakai sesuai peruntukan. Proyek fiktifnya dibikin dengan memakai data borrower existing,” lanjutnya menerangkan.
Nah, borrower existing yang dimaksud adalah nasabah peminjam lama. Mereka ini masih punya perjanjian aktif dan rutin membayar cicilan. Namanya kemudian dipakai lagi oleh pihak DSI dan ditempelkan pada proyek yang dianggap fiktif.
“Mereka ambil lagi namanya, entitasnya, lalu dilekatkan ke proyek yang diduga fiktif,” ujarnya.
Proyek-proyek inilah yang kemudian dipajang di platform digital DSI. Tampak menarik dan akhirnya membuat banyak lender tertarik untuk menanamkan uangnya.
“Ya, itu yang bikin lender tertarik. Mereka lihat ada proyek butuh pembiayaan, lalu mereka masuk untuk investasi,” ucap Ade Safri.
Praktik semacam ini diduga berjalan cukup lama, dari tahun 2018 hingga 2025. Tapi ini bukan cuma soal penipuan biasa. Ade Safri menyebut ada juga indikasi penggelapan. Belum lagi pencatatan laporan keuangan palsu dan yang cukup serius, dugaan tindak pidana pencucian uang atau TPPU.
Artikel Terkait
Emak-emak Warung Depok Gagalkan Pencurian Saat Tertidur, Pelaku Diringkus Warga
Selebgram Lula Lahfah Meninggal Dunia di Apartemen Mewah Kebayoran
Tiga Hari Genangan, Warga Rawa Buaya Berjuang Usir Banjir
Dewan Perdamaian Gaza Trump Dinilai Abaikan Suara Palestina