"Rakyat bisa menilai mana yang tulus, mana yang hanya ingin merusak kepercayaan," katanya.
Di sisi lain, dalam kesempatan yang sama, Prabowo juga menyentuh isu lain yang ramai beredar: keretakan kabinet. Ia dengan tegas membantah analisis dan spekulasi yang membanjiri media sosial soal ketidaksolidan pemerintahannya. Narasi itu, menurutnya, sama sekali tak berdasar. Sengaja dibangun untuk menabur keraguan.
"Kabinet bekerja dengan baik, kompak, dan saling mendukung," tegasnya.
Enam bulan pertama kepemimpinannya, ia nilai sudah menunjukkan capaian nyata di berbagai sektor. Ia menyebutnya sebagai rangkaian keberhasilan, titik. Pernyataannya ini jelas sebuah sikap politik. Alih-alih konfrontasi langsung menghadapi kritik pedas, ia menjawab dengan klaim kinerja dan keyakinan buta pada dukungan rakyat. Hanya saja, tudingan soal campur tangan asing itu pasti akan membuka perdebatan baru. Di mana batas antara kritik yang wajar, oposisi politik, dan pengaruh eksternal dalam demokrasi kita? Pertanyaan itu masih menggantung, menunggu jawaban yang lebih dari sekadar pernyataan.
Artikel Terkait
Suara Gaza yang Tak Bisa Dibungkam: Mosab Abu Toha dan Seruan untuk Menentukan Nasib Sendiri
Harta Rp 15,38 Miliar Letkol Teddy, Mayoritas dari Hibah Properti
Gus Baha Sindir Kebiasaan NU Memaksakan Dalil yang Tak Jelas Juntrungnya
Misteri Ijazah Jokowi dan Klaim Bukan Orang yang Sebenarnya