Hujan deras yang mengguyur Kota Bogor, Jawa Barat, Selasa (10/3/2026) sore, ternyata membawa konsekuensi serius. Bencana banjir dan longsor terjadi di beberapa titik, mengganggu ketenangan warga. Akibatnya, belasan rumah terendam, dua unit lainnya rusak, dan akses jalan setapak pun tertutup material longsor.
Menurut Kalak BPBD Kota Bogor, Dimas Tiko, titik banjir terjadi di Katulampa, Kecamatan Bogor Timur.
"Banjir lintasan di Katulampa. Dampaknya merendam 15 rumah terdampak banjir dan satu musala terdampak," jelas Dimas.
Ia menyebut hujan deras mulai turun sekitar pukul 15.30 WIB. Namun begitu, banjirnya tidak berlangsung lama. Kabar baiknya, tidak ada korban jiwa atau luka-luka dalam peristiwa ini.
"Banjir saat ini mulai berangsur surut. Rumah-rumah terdampak sudah dibersihkan oleh warga sekitar," katanya lagi.
Masalahnya tak cuma banjir. Di sisi lain, tanah pun bergerak. Longsor dan amblas dilaporkan terjadi di Kelurahan Katulampa dan juga Cipaku, Bogor Selatan. Material tanah dan batu itu tak hanya menutup jalan, tapi juga merusak rumah warga.
"Longsor tebingan terjadi di lahan milik Bapak Uhen di Katulampa. Material longsor mengenai 2 rumah di bawahnya dan merusak bagian dapur, ruang tamu dan kamar mandi," rinci Dimas.
Untuk lokasi di Cipaku, gambarnya lebih jelas. "Longsor dengan panjang longsoran 25 meter dan tinggi 8 meter. Dampaknya menutupi jalan setapak milik warga dan tembok pembatas. Roda dua tidak bisa dilalui," imbuhnya. Penyebabnya diduga kombinasi hujan deras dan drainase yang tak berfungsi optimal.
Sementara itu, di lokasi terpisah, tepatnya Kelurahan Tegalega, kejadiannya agak berbeda. Bukan longsor, melainkan pagar tembok pembatas rumah yang ambruk diterjang hujan. Puing-puingnya berhamburan di halaman.
Lurah Tegalega, Hardi Suhardiman, menegaskan situasi sudah lebih terkendali.
"Bukan longsor tapi pagar rumah roboh dan nggak ada korban. Sekarang sudah ditangani oleh ketua RT, RW, dan masyarakat. Nggak ada rumah yang terdampak atau rusak pasca kejadian," kata Hardi.
"Kondisi sekarang tinggal merapikan puing-puing oleh warga, pengurus RT, RW, dibantu teman-teman kelurahan tanggap bencana," pungkasnya.
Artikel Terkait
KPK Temukan Indikasi Suap ke Penyelenggara Pemilu untuk Manipulasi Suara
Yakult Buka Lowongan Kerja 2026 untuk Lulusan SMA/SMK di Tiga Cabang
Kepala Bappisus Buka Suara soal Anggaran Makan Bergizi Gratis: Semua Sudah Terhitung Matang, Tak Perlu Khawatir
15.349 Jemaah Haji Indonesia Telah Diberangkatkan, Makkah Route Mulai Dioperasikan