Iran Serang Pangkalan Armada Kelima AS di Bahrain sebagai Balasan Aksi Militer Washington

- Kamis, 11 Juni 2026 | 08:15 WIB
Iran Serang Pangkalan Armada Kelima AS di Bahrain sebagai Balasan Aksi Militer Washington

Ketegangan antara Amerika Serikat dan Iran kembali memuncak setelah Teheran dilaporkan melancarkan serangan terhadap pangkalan militer AS di Bahrain. Serangan tersebut menargetkan Armada Kelima Angkatan Laut Amerika yang bermarkas di negara Teluk itu, sebagai respons atas aksi militer Washington di dekat Selat Hormuz. Peristiwa ini menandai eskalasi terbaru dalam konflik yang telah berlangsung lama antara kedua negara.

Menurut laporan kantor berita Mehr dan Fars yang dikutip oleh AFP pada Kamis (11/6/2026), serangan dilakukan menggunakan pesawat tak berawak. Dalam pernyataan yang diunggah di Telegram, kedua kantor berita Iran tersebut menyebutkan bahwa antena komunikasi dan fasilitas radar sistem Patriot milik Armada Kelima menjadi sasaran utama dalam gelombang serangan itu. Informasi ini belum mendapatkan konfirmasi resmi dari pihak militer AS.

Sementara itu, Kementerian Dalam Negeri Bahrain mengeluarkan peringatan serangan udara kepada warganya. Melalui akun resmi di platform X, pemerintah setempat mengimbau masyarakat untuk tetap tenang dan segera menuju ke tempat aman terdekat. Langkah ini diambil sebagai antisipasi terhadap kemungkinan dampak lanjutan dari serangan yang terjadi.

Serangan Iran tersebut merupakan balasan atas aksi militer AS sebelumnya. Washington telah mengakui melakukan serangan defensif di dekat Selat Hormuz, yang memicu ledakan di beberapa wilayah selatan Iran. Media Iran melaporkan bahwa ledakan terdengar di kota pelabuhan Bandar Abbas, Pulau Qeshm, serta kota Minab dan Sirik. Sumber-sumber setempat menyebutkan adanya serangan proyektil musuh di Qeshm dan dua kota lainnya, Kargan dan Sirik.

Peristiwa ini mempertegas kembali kerentanan kawasan Teluk sebagai titik rawan konflik internasional. Selat Hormuz sendiri merupakan jalur pelayaran strategis yang menjadi lintasan sepertiga pasokan minyak dunia. Setiap ketegangan di wilayah ini selalu berpotensi memicu dampak luas, tidak hanya terhadap keamanan regional, tetapi juga terhadap stabilitas ekonomi global.

Editor: Lia Putri

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar