Tawaran Jutaan Euro Persija untuk Justin Hubner Ditolak Fortuna Sittard

- Minggu, 02 Agustus 2026 | 17:00 WIB
Tawaran Jutaan Euro Persija untuk Justin Hubner Ditolak Fortuna Sittard

Persija Jakarta harus menerima kenyataan pahit di bursa transfer. Tawaran besar yang diajukan untuk memboyong bek Timnas Indonesia, Justin Hubner, ditolak mentah-mentah oleh Fortuna Sittard. Klub asal Belanda itu enggan melepas pemain berusia 22 tahun tersebut, dan Hubner sendiri dikabarkan belum tertarik meninggalkan kompetisi Eropa.

Kabar penolakan ini pertama kali muncul melalui akun X Fortuna Central, yang menyebut Persija telah mengajukan proposal bernilai jutaan euro. Meski nominal pastinya tidak diungkap, tawaran tersebut disebut cukup besar untuk ukuran klub Indonesia. Namun, usaha itu belum membuahkan hasil.

“Fortuna Sittard telah menolak tawaran bernilai jutaan euro dari Persija Jakarta,” tulis akun X @FortunaSCentral, dikutip Minggu (2/8/2026).

Penolakan ini menjadi pukulan telak bagi ambisi Persija yang tengah gencar membangun skuad di bawah arahan pelatih Shin Tae-yong. Masalahnya bukan hanya soal harga transfer. Hubner juga dikabarkan tidak tertarik menerima tawaran tersebut karena ingin melanjutkan kariernya di Eropa.

“Klub asal Indonesia itu ingin merekrut Justin Hubner ke dalam skuadnya, tetapi sang bek tidak tertarik dengan kepindahan tersebut,” lanjut laporan tersebut.

Dengan situasi ini, peluang Persija mendapatkan Hubner untuk saat ini masih sangat kecil. Apalagi, Hubner baru saja menjalani musim perdana yang impresif bersama Fortuna Sittard di Liga Belanda.

Hubner Jadi Pilar Fortuna Sittard

Keputusan Fortuna Sittard mempertahankan Hubner sebenarnya masuk akal jika melihat peran pentingnya di skuad. Sejak bergabung, bek dengan tinggi 187 sentimeter itu langsung mendapatkan kepercayaan dan menjadi salah satu opsi utama di lini pertahanan sepanjang musim 2025/2026.

Hubner tercatat tampil dalam 25 pertandingan di kompetisi Liga Belanda pada musim perdananya. Kontribusinya tidak hanya di sektor pertahanan, ia juga mampu mencetak dua gol dan satu assist. Catatan ini menjadi modal berharga bagi pemain yang masih berusia 22 tahun untuk terus berkembang di Eropa.

Selain itu, Hubner masih memiliki kontrak hingga 2028. Dengan kontrak jangka panjang tersebut, Fortuna Sittard tidak berada dalam posisi yang mengharuskan mereka menjual pemainnya. Apalagi, Hubner masih masuk dalam rencana klub untuk kompetisi berikutnya. Tawaran dari Persija yang disebut bernilai jutaan euro pun belum cukup untuk mengubah pikiran mereka.

Ambisi Shin Tae-yong di Persija

Ketertarikan Persija terhadap Hubner tidak bisa dilepaskan dari proyek Shin Tae-yong. Pelatih asal Korea Selatan itu kini bertanggung jawab membangun skuad Macan Kemayoran yang lebih kompetitif. Kebutuhan akan pemain belakang berkualitas menjadi salah satu prioritas utama.

Hubner tentu menjadi nama yang menarik bagi Shin Tae-yong. Selain berpengalaman bermain di Eropa, Hubner juga sudah mengenal karakter sepak bola Asia Tenggara melalui kiprahnya bersama Timnas Indonesia. Kombinasi pengalaman ini dinilai bisa langsung memberikan dampak jika suatu saat ia benar-benar bergabung.

Namun, keinginan tersebut terbentur dua persoalan sekaligus: Fortuna Sittard tidak ingin kehilangan pemainnya, dan Hubner sendiri masih ingin mempertahankan kariernya di Eropa. Dengan demikian, Persija harus mencari jalan lain apabila tetap ingin mendapatkan sang bek.

Persija Sudah Datangkan 10 Pemain Baru

Meski gagal mendapatkan Hubner sejauh ini, Persija Jakarta bukan klub yang pasif di bursa transfer. Macan Kemayoran justru menjadi salah satu tim paling agresif dalam mempersiapkan skuad untuk Super League 2026/2027. Di bawah Shin Tae-yong, Persija telah mendatangkan 10 pemain baru.

Enam di antaranya merupakan pemain asing: Denis Kolinger, Kerim Memija, Radovan Pankov, Stjepan Loncar, Chang Hoon-kwon, dan Kyohei Yoshino. Sementara empat pemain lokal yang didatangkan adalah Nadeo Argawinata, Aqil Savik, Pratama Arhan, dan Victor Dethan.

Kedatangan sejumlah pemain ini menunjukkan bahwa Persija sedang melakukan perubahan besar terhadap komposisi skuad. Khusus di sektor pertahanan, kehadiran pemain-pemain baru diharapkan mampu membuat lini belakang lebih solid. Namun, nama Hubner tetap memiliki daya tarik tersendiri karena statusnya sebagai pemain Timnas Indonesia yang sedang membangun karier di Eropa.

Masih Ada Peluang Persija?

Penolakan Fortuna Sittard bukan berarti peluang transfer Hubner benar-benar tertutup selamanya. Bursa transfer masih berjalan dan situasi pemain bisa berubah. Namun, Persija membutuhkan lebih dari sekadar tawaran finansial apabila ingin membujuk Hubner meninggalkan Eropa.

Sang pemain harus memiliki alasan kuat untuk kembali bermain di Indonesia. Saat ini, Hubner justru berada dalam fase penting dalam perjalanan kariernya. Bermain reguler di kompetisi Belanda memberinya kesempatan untuk terus berkembang dan meningkatkan level permainan. Karena itu, keinginan Hubner untuk bertahan di Eropa menjadi faktor yang sangat menentukan.

Bagi Persija, situasi ini menjadi tantangan besar. Shin Tae-yong mungkin membutuhkan pemain dengan karakter seperti Hubner, tetapi keputusan terakhir tetap berada di tangan sang pemain dan Fortuna Sittard. Untuk sementara, Justin Hubner masih menjadi bagian dari Fortuna Sittard, dan Persija Jakarta pun harus menerima kenyataan bahwa tawaran besar mereka belum mampu membuka pintu kepulangan bek Timnas Indonesia tersebut.

Jika Macan Kemayoran tetap menjadikan Hubner sebagai salah satu target utama, negosiasi berikutnya akan menjadi ujian keseriusan proyek Shin Tae-yong. Bukan hanya soal berapa besar uang yang mampu dikeluarkan Persija, tetapi juga seberapa kuat mereka mampu meyakinkan Hubner bahwa kembali ke Indonesia merupakan langkah yang tepat untuk perkembangan kariernya.

Editor: Handoko Prasetyo

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags