Di sebuah sore Minggu di Jagakarsa, Jakarta Selatan, suasana Ramadan terasa hangat. Ketua Fraksi PKB MPR RI, Neng Eem Marhamah Zulfa Hiz, mengadakan acara buka puasa bersama yang ia beri tajuk 'Munajat Cinta'. Acara itu tak cuma sekadar iftar biasa, tapi juga diisi dengan Khotmil Qur'an, santunan untuk anak yatim, dan istighosah. Menurut Neng Eem, momentum Ramadan ini sebenarnya adalah waktu yang tepat untuk berhenti sejenak. Saatnya menahan keinginan-keinginan duniawi dan lebih menyelami kebutuhan batin kita.
Di tengah gempuran produk konsumsi yang makin variatif dan memicu hasrat baru, Ramadan hadir memberi ruang untuk refleksi. Ia melihatnya sebagai sebuah jeda yang sangat diperlukan.
"Bulan Ramadan memberi jeda bagi kita untuk memikirkan kembali berbagai keinginan tersebut," ujar Neng Eem.
"Salah satu cara agar kita bisa bijaksana dalam menyikapinya adalah dengan berbagi kepada sesama."
Pernyataan itu ia sampaikan dalam keterangan tertulisnya pada Selasa (10/3/2026), merujuk pada acara yang digelar dua hari sebelumnya. Kegiatan itu sendiri dihadiri oleh puluhan anak yatim, plus para pengurus dan anggota Ikatan Alumni Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (IKA PMII).
Melalui santunan dan buka bersama, harapannya jelas: memperkuat ikatan sosial yang mungkin mulai renggang. Bagi Neng Eem, kebersamaan dalam berbagi bukanlah hal sepele. Itu adalah fondasi penting, bahkan untuk hal yang lebih besar seperti menjaga persatuan bangsa.
"Perasaan saling memperhatikan dan diperhatikan itu penting," tegasnya.
Artikel Terkait
Menlu: 36 WNI di Iran Daftar Repatriasi Gelombang Kedua
Presiden Prabowo Tegaskan Kekuasaan adalah Amanah dan Tugas Melindungi Seluruh Rakyat
DPRD Sumsel Rencanakan Pengadaan Meja Biliar Senilai Rp 486 Juta, Tuai Sorotan
AS Bom Telak Fasilitas Bawah Tanah Iran, Fokus Lumpuhkan Produksi Rudal