Di ruang rapat Komisi XI DPR, Dicky Kartikoyono menjalani uji kelayakan dan kepatutan. Ia adalah calon Deputi Gubernur Bank Indonesia. Dalam sesi fit and proper test itu, ia tak sekadar memaparkan data. Visinya tentang penguatan sistem pembayaran dan digitalisasi ekonomi disampaikan dengan semangat tinggi, sebagai bagian dari dukungan terhadap target pertumbuhan nasional.
Visi yang ia usung cukup menggugah: "Mengukir Sejarah Digital untuk Indonesia Emas." Menurut Dicky, ini adalah kontribusi konkret BI untuk mendukung Asta Cita Presiden. Targetnya ambisius, tapi ia yakin bisa dicapai: pertumbuhan ekonomi hingga 8 persen dalam lima tahun ke depan.
“Presentasi visi dan misi kami beri tajuk mengukir sejarah digital untuk Indonesia emas. Yang kami kontribusikan untuk menuju Asta Cita pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan,”
Ucap Dicky dalam rapat yang digelar Senin (26/1) itu. Ia lalu menjelaskan lebih lanjut. Perekonomian nasional, tegasnya, harus berdiri di atas fondasi yang kokoh. Tanpa stabilitas, pertumbuhan yang tinggi bisa rapuh dan tidak bertahan lama.
“Fondasi itu adalah stabilitas. Kita harus jaga dulu stabilitasnya. Kemudian kita bangun di atasnya dengan pilar-pilar ketahanan yang kuat,”
Nah, di sinilah digitalisasi masuk. Dicky melihatnya sebagai salah satu game changer utama. Ia menyoroti lonjakan transaksi digital belakangan ini, didorong oleh kehadiran QRIS dan infrastruktur BI-FAST yang makin kuat. Digitalisasi bukan lagi pilihan, melainkan keharusan.
“Jawaban dari tantangan ini ada pada upaya kita menegakkan pilar digitalisasi sebagai salah satu game changer,”
Namun begitu, teknologi saja tidak cukup. Dicky juga menekankan aspek manusia. Penguatan SDM digital dan kolaborasi dengan semua pihak, termasuk pemerintah daerah, mutlak diperlukan. Tujuannya jelas: agar manfaat kemajuan ini bisa dirasakan secara merata, tidak hanya terpusat di kota-kota besar.
Di akhir paparannya, ia menutup dengan keyakinan. Sinergi dan kerja sama semua pihak, menurutnya, adalah kunci.
“Kami yakini dengan visi-misi ini, kemudian upaya kita bersama, sinergi kolaborasi, pertumbuhan ekonomi 8 persen di tahun 2029-2030 adalah sebuah keniscayaan,”
Ujarnya penuh optimisme. Rapat pun berlanjut dengan sesi tanya jawab yang cukup intens.
Artikel Terkait
IHSG Diprediksi Menguat ke Level 6.100 Pekan Depan, Didorong Sentimen Global dan Domestik
BP Tapera Salurkan 77.532 Unit Rumah Subsidi Lewat FLPP hingga Juni 2026, Baru Capai 22,15 Persen dari Target
IHSG Diproyeksikan Tembus Level 6.100 Pekan Depan, Didukung Meredanya Ketegangan Global dan Penguatan Rupiah
Samuel Sekuritas Pangkas Proyeksi Laba Perbankan 2026 Jadi 1,8 Persen Imbas Tekanan Rupiah dan Suku Bunga