Angka ekspor kendaraan ramah lingkungan China di awal tahun ini benar-benar mencengangkan. Dalam dua bulan pertama 2026 saja, negeri Tirai Bambu itu berhasil mengirimkan 583.000 unit New Energy Vehicle (NEV) ke pasar global. Bayangkan, jumlah itu melonjak dua kali lipat dibandingkan periode yang sama tahun lalu.
Kalau dirinci, hampir semua pengirimannya didominasi oleh kendaraan penumpang. Tercatat 572.000 unit NEV penumpang berhasil diekspor. Namun begitu, ceritanya agak berbeda untuk kendaraan komersial. Ekspor di segmen ini justru menyusut 13,9 persen, hanya menyumbang 12.000 unit.
Lalu, bagaimana dengan rincian teknologinya? Ternyata, mobil listrik baterai murni masih jadi andalan. Pengirimannya mencapai 377.000 unit, atau naik sekitar 100 persen. Di sisi lain, mobil hybrid juga tak kalah perkasa. Pertumbuhannya bahkan lebih cepat, sekitar 120 persen, dengan realisasi ekspor 206.000 unit.
Fokus ke bulan Februari, ada sedikit penurunan dibanding Januari. China mengekspor 282.000 NEV pada bulan itu. Meski turun, angka ini tetap fantastis karena masih dua kali lipat lebih tinggi ketimbang Februari tahun sebelumnya.
Data-data ini jelas menunjukkan satu hal: dominasi China di pasar kendaraan listrik dunia semakin tak terbendung. Mereka bukan hanya jago berproduksi untuk pasar dalam negeri, tapi juga gencar membidik konsumen di seluruh dunia.
Artikel Terkait
Lebaran 2026: 459.570 Kendaraan Sudah Tinggalkan Jakarta, Puncak Arus Mudik Masih Menanti
Michael Bloomberg Kembali Jadi Filantrop AS Terbesar dengan Sumbangan Rp72 Triliun
Kantor Netanyahu Bantah Kabar Meninggalnya PM Israel di Media Sosial
F1 Resmi Batalkan GP Bahrain dan Arab Saudi Akibat Ketegangan Timur Tengah