Riyadh Kabar buruk datang dari dunia balap. Formula 1 resmi membatalkan dua seri balapannya yang sedianya digelar bulan April mendatang: Grand Prix Bahrain dan Arab Saudi. Keputusan ini, seperti bisa ditebak, tak lepas dari situasi memanas di kawasan Timur Tengah.
Jadwalnya sendiri sebenarnya sudah fix. Bahrain dijadwalkan pada 10-12 April, disusul Arab Saudi seminggu setelahnya, 17-19 April. Namun, semua itu kini tinggal rencana. FIA, badan pengelola olahraga otomotif dunia, menyatakan tidak akan ada balapan pengganti di bulan April nanti. Mereka sudah mempertimbangkan beberapa opsi, tapi akhirnya memutuskan untuk kosong.
“Putaran Formula 2, Formula 3, dan F1 ACADEMY juga tidak akan berlangsung sebagaimana waktu dijadwalkan. Keputusan telah diambil melalui konsultasi penuh dengan FIA serta seluruh promotor,” begitu bunyi pernyataan resmi yang dirilis Minggu (15/3/2026).
Presiden FIA, Mohammed Ben Sulayem, menyayangkan situasi ini. “Bahrain dan Arab Saudi sangat penting bagi ekosistem musim balap kami. Saya berharap keduanya bisa kembali segera setelah keadaan memungkinkan,” ujarnya.
Di sisi lain, Stefano Domenicali, bos Formula One Group, mengaku ini keputusan yang berat. Tapi, di tengah kondisi yang tidak menentu di Timur Tengah, langkah ini dianggapnya yang paling tepat.
Dukungan juga datang dari pihak penyelenggara lokal. Sheikh Salman bin Isa Al Khalifa, pimpinan Sirkuit Internasional Bahrain, menyatakan dukungan penuh dan berterima kasih pada FIA serta komunitas F1. Dia berharap Bahrain bisa kembali menyambut para penggemar di masa depan.
Pandangan serupa disampaikan Pangeran Khalid bin Sultan Al Abdullah Al Faisal, Ketua Federasi Mobil dan Sepeda Motor Saudi (SAMF). Pemerintahannya, kata dia, menghormati keputusan revisi kalender 2026 ini. Namun begitu, dia menekankan bahwa kemitraan dengan F1 akan terus berlanjut, menunggu waktu yang lebih baik.
Jadi, untuk sementara, gurun yang biasanya riuh oleh deru mesin F1 akan terdiam. Semua pihak kini cuma bisa menunggu dan berharap perdamaian segera pulih, agar roda-roda itu bisa kembali berputar kencang.
Artikel Terkait
Shayne Pattynama Sebut Film Dokumenter The Longest Wait Rekam Perjuangan Emosional Timnas Indonesia di Kualifikasi Piala Dunia 2026
Menteri PPPA Minta Maaf soal Usulan Gerbong Khusus Perempuan yang Dinilai Tak Sensitif Pascakecelakaan KRL
Menteri PPPA Minta Maaf Usai Usul Pemindahan Gerbong Wanita Dinilai Tak Sensitif Pascakecelakaan Kereta
Gubernur Papua Tegaskan Tanah Masyarakat Depapre Tak Akan Dibeli untuk Proyek Pusat Perikanan