Jakarta Tenggelam: 85 RT dan 15 Ruas Jalan Terendam, Air di Pejaten Timur Tembus 2 Meter

- Sabtu, 24 Januari 2026 | 02:06 WIB
Jakarta Tenggelam: 85 RT dan 15 Ruas Jalan Terendam, Air di Pejaten Timur Tembus 2 Meter

Hujan deras yang mengguyur Ibu Kota ternyata tak main-main dampaknya. Laporan terbaru dari BPBD DKI Jakarta, yang dirilis Sabtu dini hari (24/1) tepat pukul 00.00 WIB, menunjukkan situasi yang cukup memprihatinkan. Setidaknya, 85 RT dan 15 ruas jalan terendam banjir.

“BPBD mencatat saat ini terdapat 85 RT dan 15 ruas jalan tergenang,”

demikian bunyi keterangan resmi mereka. Wilayah Jakarta Barat menjadi yang paling parah terdampak, dengan 52 RT terendam. Sementara itu, Jakarta Selatan menyusul dengan 11 RT yang dilaporkan tergenang. Yang mengkhawatirkan, ketinggian air di beberapa titik bahkan mencapai dua meter lebih, tepatnya 210 sentimeter di wilayah Pejaten Timur.

Kalau dirinci, begini kondisi persebarannya.

Jakarta Barat menanggung beban terberat dengan 46 RT yang terendam. Dampaknya tersebar di sejumlah kelurahan. Di Duri Kosambi, genangan di 6 RT mencapai 30 hingga 120 cm, dipicu hujan dan luapan Kali Angke. Kapuk dan Kedaung Kali Angke juga tak luput, dengan ketinggian air sekitar 50-70 cm. Rawa Buaya cukup parah, 9 RT terendam 50-120 cm. Daerah lain seperti Jelambar, Kedoya Selatan dan Utara, Sukabumi Utara, Joglo, Kembangan, hingga Meruya Selatan juga mengalami hal serupa dengan variasi ketinggian. Penyebabnya mayoritas curah hujan tinggi, ditambah luapan Kali Pesanggrahan dan Kali Angke di beberapa titik.

Jakarta Selatan, meski jumlah RT-nya lebih sedikit (11 RT), genangannya dalam-dalam. Di Tanjung Barat, air mencapai 120-140 cm. Tapi yang paling ekstrem terjadi di Pejaten Timur, di mana 3 RT terendam hingga 210 cm. Rawajati dan wilayah lain seperti Cipulir, Duren Tiga, serta Kebon Baru juga ikut tergenang. Faktor utamanya, selain hujan lebat, adalah luapan Kali Ciliwung yang memang kerap menjadi biang keladi.

Di sisi lain, Jakarta Timur juga tak kalah basah dengan 15 RT terdampak. Dari Rawa Terate, Bidara Cina, Cipinang Muara, hingga Kampung Melayu dan Cipinang Melayu, genangan bervariasi dari 20 cm hingga 110 cm. Selain hujan, luapan Kali Ciliwung dan Kali PHB Sulaiman turut memperparah keadaan di beberapa lokasi.

Jakarta Utara melaporkan 7 RT terdampak, semuanya terkonsentrasi di Kelurahan Kapuk Muara. Ketinggian air di sana berkisar antara 40 hingga 75 sentimeter, dengan penyebab utama adalah tingginya curah hujan.

Secara keseluruhan, pola penyebabnya nyaris seragam: hujan deras yang tak tertampung, diperburuk oleh luapan sejumlah sungai yang melintasi ibukota. Data ini menunjukkan betapa rapuhnya kota ini ketika musim hujan tiba dengan intensitas tinggi.

Editor: Handoko Prasetyo

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar