Jakarta Selatan, meski jumlah RT-nya lebih sedikit (11 RT), genangannya dalam-dalam. Di Tanjung Barat, air mencapai 120-140 cm. Tapi yang paling ekstrem terjadi di Pejaten Timur, di mana 3 RT terendam hingga 210 cm. Rawajati dan wilayah lain seperti Cipulir, Duren Tiga, serta Kebon Baru juga ikut tergenang. Faktor utamanya, selain hujan lebat, adalah luapan Kali Ciliwung yang memang kerap menjadi biang keladi.
Di sisi lain, Jakarta Timur juga tak kalah basah dengan 15 RT terdampak. Dari Rawa Terate, Bidara Cina, Cipinang Muara, hingga Kampung Melayu dan Cipinang Melayu, genangan bervariasi dari 20 cm hingga 110 cm. Selain hujan, luapan Kali Ciliwung dan Kali PHB Sulaiman turut memperparah keadaan di beberapa lokasi.
Jakarta Utara melaporkan 7 RT terdampak, semuanya terkonsentrasi di Kelurahan Kapuk Muara. Ketinggian air di sana berkisar antara 40 hingga 75 sentimeter, dengan penyebab utama adalah tingginya curah hujan.
Secara keseluruhan, pola penyebabnya nyaris seragam: hujan deras yang tak tertampung, diperburuk oleh luapan sejumlah sungai yang melintasi ibukota. Data ini menunjukkan betapa rapuhnya kota ini ketika musim hujan tiba dengan intensitas tinggi.
Artikel Terkait
Buronan Interpol Dicokok di Aceh, Didalangi Penyelundupan Rohingya
Walhi Sumut: Pencabutan Izin Perusahaan Perusak Hutan Bisa Jadi Sekadar Pencitraan
Prabowo Tuding Gelombang Sinisme Dikendalikan Segelintir Pihak Berdana Besar
Bus Ngeblong di Simpang Muning, Hantam Xenia dan Motor Sampai Terpelanting ke Rumah Warga