Meski begitu, dagangan Rizal sebenarnya cukup beragam. Di kiosnya, Anda juga bisa menemukan masker, perlengkapan olahraga, sampai aneka pakaian. Tapi di musim hujan seperti sekarang, kaus kaki lah yang jadi primadona.
Di sisi lain, ada ironi yang ia rasakan. Meski penjualan kaus kaki meningkat, omzet secara keseluruhan justru merosot. Penyebabnya sederhana: hujan yang tak henti-henti membuat jumlah pengunjung pasar menyusut drastis.
"Yang pasti omzet menurun sih ya,"
keluhnya.
"Karena kan orang akses ke mana-mana terbatas. Yang tadinya mungkin bisa lewat rumahnya, jadi gak bisa lewat kan. Jadi yang tadinya mau ke pasar jadi enggak jadi."
Jadi, meski ada satu produk yang laris, dampak hujan terhadap daya beli dan mobilitas warga ternyata jauh lebih besar. Pedagang seperti Rizal pun harus menerima kenyataan itu.
Artikel Terkait
Menteri Mu’ti Buka Fakta: Banyak Anggota DPR Lulusan Paket C
KPK Geledah Kantor Dinas Madiun, Barang Bukti Ratusan Juta Diamankan
KPK Bongkar Dugaan Pemerasan Rp 50 Miliar untuk Jabatan Perangkat Desa di Pati
Pencabutan Izin Toba Pulp: Sinyal Politik Prabowo untuk Geng Jokowi?