Meski begitu, dagangan Rizal sebenarnya cukup beragam. Di kiosnya, Anda juga bisa menemukan masker, perlengkapan olahraga, sampai aneka pakaian. Tapi di musim hujan seperti sekarang, kaus kaki lah yang jadi primadona.
Di sisi lain, ada ironi yang ia rasakan. Meski penjualan kaus kaki meningkat, omzet secara keseluruhan justru merosot. Penyebabnya sederhana: hujan yang tak henti-henti membuat jumlah pengunjung pasar menyusut drastis.
"Yang pasti omzet menurun sih ya,"
keluhnya.
"Karena kan orang akses ke mana-mana terbatas. Yang tadinya mungkin bisa lewat rumahnya, jadi gak bisa lewat kan. Jadi yang tadinya mau ke pasar jadi enggak jadi."
Jadi, meski ada satu produk yang laris, dampak hujan terhadap daya beli dan mobilitas warga ternyata jauh lebih besar. Pedagang seperti Rizal pun harus menerima kenyataan itu.
Artikel Terkait
Indef: Harga Pangan Jelang Ramadhan Lebih Stabil, Pasar Energi Masih Bergejolak
KPK Tangkap Bupati Rejang Lebong dalam OTT di Bengkulu, 12 Orang Diamankan
Marušić Cetak Gol Telat, Lazio Kalahkan Sassuolo 2-1
Mantan Pj Gubernur Sulsel Ditahan Terkait Dugaan Korupsi Bibit Nanas Rp60 Miliar