Operasi pencarian di TPST Bantargebang akhirnya berakhir Senin malam. Tujuh nyawa tak lagi bisa diselamatkan.
Kabar terakhir datang menjelang tengah malam. Pasukan dari Tim SAR Batalyon D Pelopor, bersama gabungan tim lainnya, menemukan jenazah korban terakhir di antara tumpukan sampah yang longsor. Persisnya pukul 23.26 WIB. Jenazah itu langsung dibawa ke RS Polri Kramat Jati; menunggu proses identifikasi.
Kombes Henik Maryanto, Dansat Brimob Polda Metro Jaya, memberikan penjelasan keesokan harinya. Menurut data sementara, ada 13 orang korban dalam musibah itu.
"Enam orang berhasil ditemukan selamat. Tujuh lainnya meninggal dunia," ujar Henik kepada awak media, Selasa (10/3/2026).
Dia menegaskan, personelnya akan tetap di lokasi. Mereka akan membantu hingga semua proses penanganan dinyatakan tuntas. Hingga dini hari, situasi memang sudah dilaporkan aman. Tapi kewaspadaan tetap dijaga.
Korban yang meninggal mulai dari pemilik warung hingga sopir truk. Mereka adalah EW (25), S (60), DS asal Karawang, IS, JS (38), H, dan R. Sebuah daftar duka yang panjang dari sebuah insiden yang terjadi begitu cepat.
Semuanya berawal Minggu siang, 8 Maret lalu. Sekitar pukul dua, tumpukan sampah di Bantargebang tiba-tiba ambrol. Runtuhan itu menimbun warung dan beberapa truk yang kebetulan ada di lokasi.
Artikel Terkait
KPK Tangkap Bupati Rejang Lebong dan 6 Orang Lain dalam OTT Dugaan Suap Proyek
Pakistan Berlakukan Kerja 4 Hari dan Perpanjang Libur Sekolah Imbas Lonjakan Harga Minyak
Alisson Absen, Liverpool Hadapi Galatasaray Tanpa Kiper Utama
Harga Mobil Listrik Diprediksi Melonjak Puluhan Juta Rupiah pada Maret 2026