Longsor Sampah di Bantargebang Tewaskan 7 Orang, Operasi SAR Dinyatakan Berakhir

- Selasa, 10 Maret 2026 | 07:55 WIB
Longsor Sampah di Bantargebang Tewaskan 7 Orang, Operasi SAR Dinyatakan Berakhir

Operasi pencarian di TPST Bantargebang akhirnya berakhir Senin malam. Tujuh nyawa tak lagi bisa diselamatkan.

Kabar terakhir datang menjelang tengah malam. Pasukan dari Tim SAR Batalyon D Pelopor, bersama gabungan tim lainnya, menemukan jenazah korban terakhir di antara tumpukan sampah yang longsor. Persisnya pukul 23.26 WIB. Jenazah itu langsung dibawa ke RS Polri Kramat Jati; menunggu proses identifikasi.

Kombes Henik Maryanto, Dansat Brimob Polda Metro Jaya, memberikan penjelasan keesokan harinya. Menurut data sementara, ada 13 orang korban dalam musibah itu.

"Enam orang berhasil ditemukan selamat. Tujuh lainnya meninggal dunia," ujar Henik kepada awak media, Selasa (10/3/2026).

Dia menegaskan, personelnya akan tetap di lokasi. Mereka akan membantu hingga semua proses penanganan dinyatakan tuntas. Hingga dini hari, situasi memang sudah dilaporkan aman. Tapi kewaspadaan tetap dijaga.

Korban yang meninggal mulai dari pemilik warung hingga sopir truk. Mereka adalah EW (25), S (60), DS asal Karawang, IS, JS (38), H, dan R. Sebuah daftar duka yang panjang dari sebuah insiden yang terjadi begitu cepat.

Semuanya berawal Minggu siang, 8 Maret lalu. Sekitar pukul dua, tumpukan sampah di Bantargebang tiba-tiba ambrol. Runtuhan itu menimbun warung dan beberapa truk yang kebetulan ada di lokasi.

Kapolres Metro Bekasi Kota, Kombes Kusumo, menggambarkan suasana saat itu berdasarkan kesaksian warga.

"Ada teriakan soal longsor. Lalu gunungan sampah itu runtuh, menutup jalan dan menghancurkan apa saja di bawahnya," katanya Senin (9/3).

Di tengah kabar duka, ada secercah harapan. Dua warga yang sebelumnya dikhawatirkan menjadi korban, ternyata selamat. Mereka, Ato dan Dofir, sudah bisa pulang ke rumah masing-masing. Kabar ini disampaikan Kepala Kantar SAR Jakarta, Desiana Kartika Bahari, Senin sore.

"Pukul 16.57 WIB kami dapat konfirmasi dari polisi bahwa mereka berdua selamat dan sudah di rumah," jelas Desiana.

Sayangnya, kabar baik itu beriringan dengan temuan jenazah Hardianto. Hingga laporan ini, korban tewas resmi berjumlah enam orang. Pencarian untuk satu korban terakhir masih berlangsung saat itu.

Informasi soal bencana ini awalnya menyebar cepat lewat grup komunikasi internal TPST. Petugas kepolisian dari Polsek Bantargebang pun langsung bergegas. Mereka tak sendiri. Petugas dari berbagai unsur turun, bahu-membahu melakukan evakuasi dengan bantuan alat berat. Upaya itu berlanjut berjam-jam, hingga akhirnya berbuah kepastian yang pahit: tujuh nyawa melayang.

Editor: Novita Rachma

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar