Menteri Keuangan Tegaskan Harga BBM Subsidi Belum Akan Dinaikkan

- Selasa, 10 Maret 2026 | 07:40 WIB
Menteri Keuangan Tegaskan Harga BBM Subsidi Belum Akan Dinaikkan

Di tengah hiruk-pikuk Pasar Tanah Abang, Senin lalu, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menyampaikan kabar yang mungkin bisa sedikit meredakan kecemasan publik. Pemerintah, tegasnya, belum punya rencana untuk menaikkan harga BBM bersubsidi. Pernyataan ini penting, mengingat belakangan harga minyak mentah dunia lagi naik-turun akibat memanasnya ketegangan geopolitik yang melibatkan AS, Israel, dan Iran.

“Sampai sekarang belum ada kebijakan untuk mengubah subsidi BBM, dalam pengertian menaikkan harga BBM,” ujar Purbaya.

Intinya, skema subsidi yang sekarang masih akan dipertahankan. Fokus pemerintah saat ini adalah menjaga stabilitas harga di tingkat konsumen. Tujuannya jelas: daya beli masyarakat harus tetap terjaga.

Nah, keyakinan ini ternyata punya dasar. Dari pantauan Kementerian ESDM, stok energi dalam negeri masih dalam kondisi aman. Itu satu hal. Purbaya juga melengkapi penjelasannya dengan data fiskal. Meski harga minyak dunia fluktuatif, secara kumulatif rata-ratanya masih di bawah batas maksimal asumsi APBN. Artinya, anggaran negara masih punya ruang untuk menyerap gejolak dari luar tanpa langsung membebani rakyat.

Dengan kata lain, ruang fiskal dinilai masih mumpuni.

Namun begitu, pemerintah tentu tidak akan tinggal diam. Komitmen untuk memantau dinamika pasar energi secara intensif akan dilakukan dalam sebulan ke depan. Purbaya meminta masyarakat untuk tenang dan percaya pada kemampuan pemerintah dalam mengelola situasi ini. Dia mengingatkan, Indonesia punya rekam jejak yang baik dalam menghadapi krisis energi sebelumnya.

“Anda percaya saja, saya cukup pintar, kok. Kita sudah mengalami harga minyak tinggi berapa kali, kan? Banyak. Enggak hancur negaranya, kan? Kenapa? Karena kebijakannya pas,” pungkasnya dengan nada meyakinkan.

Pada akhirnya, langkah yang diambil inginnya terukur. Kementerian Keuangan berupaya memastikan stabilitas ekonomi domestik tidak goyah. Semua tanpa perlu mengambil tindakan drastis yang justru berisiko memicu inflasi dan memberatkan kehidupan sehari-hari warga.

Editor: Yuliana Sari

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar