BMKG Waspadakan Hujan Lebat hingga Sangat Lebat di Sejumlah Wilayah Akibat Bibit Siklon Tropis

- Selasa, 10 Maret 2026 | 07:45 WIB
BMKG Waspadakan Hujan Lebat hingga Sangat Lebat di Sejumlah Wilayah Akibat Bibit Siklon Tropis

Jakarta diguyur hujan sejak pagi buta. Nampaknya, ini bukan sekadar hujan biasa. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) baru saja mengeluarkan peringatan dini: waspadai potensi hujan lebat hingga sangat lebat hari ini, Selasa 10 Maret 2026. Pemicunya? Sebuah bibit siklon tropis yang terpantau bergerak di Samudera Pasifik, tepatnya di utara Papua.

Menurut sejumlah saksi di pos pemantauan, sistem atmosfer ini berpotensi bangkitkan aktivitas hujan di berbagai daerah.

"Sistem atmosfer ini berpotensi memicu peningkatan aktivitas hujan di sejumlah wilayah Indonesia," ujar Prakirawan BMKG Medayu.

Bibit siklon yang dijuluki 95W itu dilaporkan memiliki kecepatan angin maksimum sekitar 20 knots. Tekanan udaranya minimum, di angka 1.006 hPa, dengan arah gerak menuju timur laut. Meski terdengar seram, kabar baiknya peluangnya untuk berkembang jadi siklon tropis penuh dalam dua hari ke depan masih terhitung rendah. Jadi, belum perlu panik berlebihan.

Namun begitu, pengaruhnya sudah terasa. Sistem ini memicu terbentuknya "low-level jet" di sekitar Samudera Pasifik utara Papua. Efek domino lainnya adalah terbentuknya daerah pertemuan angin yang memanjang, mulai dari Samudera Pasifik utara Halmahera hingga ke wilayah utara Papua Barat. Kondisi seperti inilah yang biasanya jadi pabrik awan hujan.

Ceritanya tak berhenti di situ. Di sisi lain Indonesia, tepatnya di perairan barat Aceh dan Laut Sulawesi, juga terpantau pusaran angin atau sirkulasi siklonik. Kedua sistem ini lalu membentuk sabuk pertemuan angin yang panjang, membentang dari barat Aceh, menyusuri pesisir timur Kalimantan, hingga ke Laut Sulawesi. Wilayah-wilayah di sepanjang jalur itu patut waspada.

Faktor lain datang dari selatan. Ada daerah tekanan rendah yang terpantau di Australia bagian utara. Sistem ini ikut menyumbang efek, membangkitkan "low-level jet" di wilayah Nusa Tenggara Timur dan Maluku bagian selatan. Daerah pertemuan angin pun terbentuk, membentang dari Nusa Tenggara Barat hingga Laut Arafura.

"Kondisi atmosfer tersebut dinilai mampu meningkatkan potensi pertumbuhan awan hujan di sejumlah wilayah Indonesia, khususnya di sekitar bibit siklon tropis, daerah tekanan rendah, serta sepanjang wilayah konvergensi dan konfluensi," jelas Medayu.

Jadi, daerah mana saja yang harus siaga? BMKG merinci sejumlah wilayah yang berpotensi mengalami hujan lebat hingga sangat lebat. Daftarnya mencakup Yogyakarta, Jawa Timur, Bali, lalu Nusa Tenggara Barat dan Timur. Juga Sulawesi Selatan, Sulawesi Barat, serta Kalimantan Utara.

Imbauannya jelas: masyarakat di daerah-daerah itu perlu meningkatkan kewaspadaan. Pantau terus perkembangan informasi cuaca dari BMKG. Cuaca ekstrem bisa datang tiba-tiba, dan antisipasi dini adalah kunci utamanya.

Editor: Novita Rachma

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar