Soal pendekatan Dewan Perdamaian itu sendiri, Iran punya pandangan lain. Mereka menilai inisiatif tersebut gagal menyentuh akar masalah. Bagi Boroujerdi, penjajahan Israel atas wilayah Palestina harus dihentikan dulu. Baru kemudian langkah perdamaian bisa dibicarakan dengan serius.
“Kami percaya, seberapa pun solusi damai dibahas, selama penjajahan masih berlangsung, upaya itu tidak akan membuahkan hasil,” katanya.
Ia menggambarkan situasinya dengan analogi yang gamblang: seperti seseorang yang menduduki rumah orang lain, lalu mengajak si pemilik rumah untuk berunding. Pendekatan seperti itu, lanjutnya, jelas keliru. Langkah pertama dan paling mendasar adalah mengakhiri pendudukan itu sendiri.
Jadi, meski menghormati pilihan Indonesia, Iran tetap pada pendiriannya. Perdamaian sejati, menurut mereka, harus dimulai dari penghentian penjajahan. Titik.
Artikel Terkait
Kelme Luncurkan Jersey Timnas Indonesia dengan Teknologi Jacquard dan Emblem Silikon 3D
IHSG Melemah 0,37%, Analis Soroti Potensi Koreksi dan Peluang Penguatan
BSI Gelar Festival Ramadan di Makassar, Tawarkan Diskon Umrah hingga DP 0% Kendaraan
IJTI Peringatkan Perjanjian Dagang RI-AS Ancam Media Nasional