Soal pendekatan Dewan Perdamaian itu sendiri, Iran punya pandangan lain. Mereka menilai inisiatif tersebut gagal menyentuh akar masalah. Bagi Boroujerdi, penjajahan Israel atas wilayah Palestina harus dihentikan dulu. Baru kemudian langkah perdamaian bisa dibicarakan dengan serius.
“Kami percaya, seberapa pun solusi damai dibahas, selama penjajahan masih berlangsung, upaya itu tidak akan membuahkan hasil,” katanya.
Ia menggambarkan situasinya dengan analogi yang gamblang: seperti seseorang yang menduduki rumah orang lain, lalu mengajak si pemilik rumah untuk berunding. Pendekatan seperti itu, lanjutnya, jelas keliru. Langkah pertama dan paling mendasar adalah mengakhiri pendudukan itu sendiri.
Jadi, meski menghormati pilihan Indonesia, Iran tetap pada pendiriannya. Perdamaian sejati, menurut mereka, harus dimulai dari penghentian penjajahan. Titik.
Artikel Terkait
KPK Bongkar Dugaan Pemerasan Rp 50 Miliar untuk Jabatan Perangkat Desa di Pati
Pencabutan Izin Toba Pulp: Sinyal Politik Prabowo untuk Geng Jokowi?
Dugaan Proyek Fiktif, Dana Lender Rp 2,4 Triliun di PT DSI Tak Bisa Ditarik
Demokrasi dalam Cengkeraman: Kedaulatan Rakyat Dikaburkan oleh Permainan Elite