Gaza – Sudah seratus hari berlalu sejak gencatan senjata di Jalur Gaza berlaku. Tapi, menurut Kantor Media Pemerintah Gaza, perjanjian itu lebih sering dilanggar daripada ditaati. Mereka mencatat, sejak 10 Oktober 2025, Israel telah melakukan 1.300 pelanggaran serius dan sistematis.
Angka itu bukan sekadar statistik. Dalam pernyataan resmi Kamis lalu (22/1/2026), kantor tersebut merinci setiap insiden dengan pilu. Ada 430 kali penembakan, 66 kali penyerbuan kendaraan militer ke kawasan tempat warga tinggal, dan 604 insiden pengeboman. Belum lagi 200 rumah serta bangunan sipil yang hancur berantakan.
Akibatnya? Korban jiwa berjatuhan. Tercatat 483 warga Palestina tewas. Yang menyayat hati, lebih dari separuhnya tepatnya 52 persen adalah anak-anak, perempuan, dan orang tua. Hampir semua korban, 92 persen, adalah warga sipil biasa. Hampir semua pula, 465 orang, tewas di dalam area permukiman, di balik Garis Hijau. Sementara itu, korban luka-luka mencapai 1.287 orang, dengan 752 di antaranya berasal dari kelompok rentan yang sama.
Tak berhenti di situ. Menurut laporan yang sama, 50 warga Palestina ditangkap. Semuanya diambil dari dalam permukiman mereka sendiri.
"Semua data ini," tulis pernyataan itu, "menunjukkan pola penargetan langsung terhadap warga sipil."
Artikel Terkait
Genangan Kalimalang Tewaskan Pengemudi Ojek Online di Cikarang
Pasangan Tewas Diserang Kawanan Tawon Ganas di Kebun
Hujan Deras di Jakarta, Kaus Kaki Tiba-tiba Jadi Buruan
Inter Milan Bertekuk Lutut di Liga Champions, Kini Hadapi Ujian Bangkit Lawan Pisa