Gus Umar Soroti Penegakan Hukum: DPR Dinilai Wakili Kemarahan Publik
Jakarta - Gus Umar, aktivis Nahdlatul Ulama, lagi-lagi menyuarakan kritik pedas. Kali ini, sorotannya tajam mengarah ke lembaga penegak hukum. Ia mempertanyakan konsistensi Kejaksaan Agung, terutama kinerja Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus (Jampidsus), yang dianggapnya tak lepas dari praktik tebang pilih.
Menurutnya, ada satu nama yang hingga kini masih bebas: Silfester Matutina. Padahal, desakan untuk menangkapnya bukan cuma dari masyarakat. "Sampai anggota DPR saja protes ke Jampidsus, kenapa Silfester tidak ditangkap?" tanyanya dalam pernyataan Jumat lalu.
Gus Umar lantas menambahkan, "Ini artinya kemarahan publik itu nyata dan serius."
Ia melihat, kondisi ini cuma satu dari sekian banyak kejanggalan. Hukum di Indonesia, dalam pandangannya, sering tak punya wajah yang jelas. Konsistensi? Jauh panggang dari api. Ia pun menyodorkan contoh lain yang tak kalah menyita perhatian: kasus mantan Ketua KPK Firli Bahuri.
Artikel Terkait
Gubernur DKI Soroti Sampah Warga sebagai Biang Kerok Banjir Jakarta Barat
Kapolri Tolak Keras Wacana Polri Dibawah Kementerian: Lebih Baik Jadi Petani
Adies Kadir Ditunjuk DPR Gantikan Arief Hidayat di Mahkamah Konstitusi
Pimpinan TNI dan Menhan Bahas Kekuatan Militer hingga Langkah Diplomasi Global di Balik Pintu Tertutup DPR