"Firli Bahuri sudah empat tahun berstatus tersangka tapi tidak ditahan," ujarnya. Lalu dengan nada tegas ia melanjutkan, "Kalau begitu, Roy Suryo juga tidak boleh ditahan. Harus adil."
Di sisi lain, Gus Umar menekankan prinsip dasar yang seharusnya dipegang teguh: keadilan dan kesetaraan di depan hukum. Bukan kekuatan politik atau jabatan yang menentukan. Bukan pula kedekatan dengan kekuasaan.
Kalau aturan mainnya tak jelas, akibatnya bisa panjang. Masyarakat akan kehilangan kepercayaan. Dan sekali kepercayaan itu luntur, dampaknya sulit dikendalikan. Kemarahan yang terpendam bisa meledak kapan saja.
"Kalau hukum tidak konsisten, jangan salahkan rakyat kalau marah," sindir Gus Umar. Ia kemudian menyimpulkan dengan gaya khasnya, "DPR saja sudah mewakili kemarahan kita, gaes."
Hingga detik ini, belum ada tanggapan resmi dari Kejaksaan Agung atau Jampidsus soal desakan penanganan kasus Silfester maupun perbandingan dengan kasus lainnya. Publik hanya bisa menunggu dan berharap. Menanti bukti bahwa hukum benar-benar buta, tak pandang siapa yang diadili.
Artikel Terkait
Kapolri Tegaskan Dukungan untuk Anti-SLAPP, Aktivis Lingkungan Tak Lagi Dihantui Gugatan Strategis
Amien Rais Desak Prabowo Lepas Bayang-Bayang Jokowi dan Berantas Mafia
Hadapi Begal? Ini Pesan Nabi yang Jarang Diketahui
Gus Yasin Soroti Kondisi Hutan Lindung Usai Banjir Bandang Landa Pemalang