“Dalam pandangan Islam dan nilai kemanusiaan universal, penjajahan dalam bentuk apa pun adalah kezaliman yang wajib diakhiri,” tegas Sudarnoto lagi.
Perdamaian sejati, katanya, hanya mungkin terwujud jika hak, martabat, dan kedaulatan rakyat Palestina dipulihkan sepenuhnya. Titik.
Rekomendasi untuk Pemerintah
Berdasarkan sikap itu, MUI punya sejumlah rekomendasi konkret untuk Pemerintah Indonesia. Poin-poinnya antara lain:
- Perlu menegaskan secara terbuka bahwa tujuan utama forum perdamaian apa pun haruslah kemerdekaan penuh Palestina. Bukan cuma urusan rekonstruksi atau stabilisasi.
- Menolak segala skema yang mengarah pada normalisasi kolonisasi, pemukiman ilegal, dan blokade Gaza. Itu bukan jalan damai, itu pengkhianatan.
- Landasan utamanya harus jelas: resolusi PBB, hukum humaniter internasional, dan prinsip self-determination. Ini harga mati, tidak bisa ditawar-tawar.
- Pertimbangkan untuk menarik diri secara terhormat dari forum mana pun yang terbukti menyimpang dari prinsip keadilan. Keberanian untuk keluar terkadang justru lebih bermartabat.
- Perkuat peran Indonesia bersama negara dan kekuatan masyarakat sipil global yang konsisten membela Palestina. Jangan sendirian.
- Tingkatkan koordinasi dengan organisasi masyarakat sipil dalam negeri. Dorong juga pemberian sanksi internasional terhadap Israel atas segala kejahatan yang dilakukannya.
Pada akhirnya, MUI menegaskan bahwa konsistensi Indonesia membela Palestina adalah amanat konstitusi. Lebih dari itu, ini tanggung jawab moral kita sebagai bangsa yang selalu bicara tentang keadilan dan kemanusiaan di panggung global. []
Artikel Terkait
Hujan Deras di Jakarta, Kaus Kaki Tiba-tiba Jadi Buruan
Inter Milan Bertekuk Lutut di Liga Champions, Kini Hadapi Ujian Bangkit Lawan Pisa
Banjir Rendam 31 Desa di Bekasi, Jalanan Berubah Jadi Kolam
Khozinudin Tolak Damai: SOP Solo Dituding Upaya Pecah Belah Penggugat