Drama Keluarga Denada: Gugatan Rp7 Miliar dan Kisah Anak yang Dibuang

- Jumat, 23 Januari 2026 | 08:50 WIB
Drama Keluarga Denada: Gugatan Rp7 Miliar dan Kisah Anak yang Dibuang

Konflik antara Denada dan Ressa Rizky Rosano semakin panas. Pemicunya? Gugatan perdata senilai Rp7 miliar yang kini ramai dibicarakan publik. Bukan cuma soal uang, tapi klaim-klaim pedas yang dilontarkan kuasa hukum Ressa.

Mereka menyebut kliennya bukan sekadar "ditelantarkan". Kata yang dipilih lebih keras: "dibuang". Alasannya, Ressa mengaku tak pernah diakui sebagai anak, juga tak pernah menerima nafkah selama puluhan tahun.

Ronald Armada, kuasa hukum sekaligus kakak ipar Ressa, yang membongkar semua ini. Menurutnya, Denada sama sekali tak menunjukkan itikad baik.

"Mohon maaf, frasa penelantaran anak itu sebetulnya datang dari kawan-kawan pers," kata Ronald dalam sebuah wawancara virtual, Kamis (22/1/2026) malam.

"Kalau mau tanya frasa apa yang paling pantas untuk judul drama ini, konsepnya adalah membuang anak."

Dia berargumen, penelantaran masih menyisakan pengakuan. Sementara dalam kasus ini, Ressa merasa sama sekali tidak diinginkan oleh ibu kandungnya sendiri. Bahkan, beredar kabar sedih bahwa Ressa sempat ditawarkan ke orang lain untuk dirawat saat masih kecil. Ronald membenarkan kabar itu, meski tak mau berpanjang lebar.

"Ya tahu (kabar itu). Karena memang... nanti sajalah, biar Ibu mertua saya yang menerangkan lebih komprehensif," ucapnya, terdengar berusaha menahan emosi.

Fakta lain yang lebih menyedihkan: Ressa baru tahu identitas ibu kandungnya adalah Denada setelah sang nenek, Emilia Contessa, meninggal dunia. Sungguh ironi. Di mata publik, Denada dikenal sebagai sosok ibu yang gigih membela anaknya. Tapi di balik itu, ada cerita lain yang sama sekali berbeda.

"Menjadi ironis hasilnya di belakang ketika dia (Denada) juga kemudian diketahui menelantarkan anaknya, yaitu Ressa," jelas Ronald.

Pihak Ressa kini berharap pada keadilan sosial. Mereka ingin masyarakat menilai sendiri bagaimana perlakuan Denada terhadap darah dagingnya. Ronald pun bersikap blak-blakan. "Saya bicara ini semua benar loh, saya berani membuktikannya. Saya tidak takut digugat," tegasnya.

Ditungguin Tiga Setengah Jam di Luar Pagar


Halaman:

Komentar