"Ini pelanggaran terang-terangan," tegasnya. "Mungkin mereka merasa tidak perlu menghormati kedaulatan kita. Atau merasa semua pejabat bisa dibeli."
Di sisi lain, pekerjaan rumahnya masih banyak. Hingga saat ini, sekitar seribu tambang ilegal telah ditutup. Tapi laporan dari lapangan menyebut, setidaknya masih ada seribu tambang serupa yang beroperasi, plus ratusan korporasi lain yang diduga melanggar.
Lalu apa yang bisa dilakukan? Menurut Prabowo, jawabannya sederhana: keberanian. "Kita harus punya nyali untuk menegakkan hukum. Tidak ada kompromi. Tidak boleh mundur sedikitpun," ucapnya.
Semua langkah keras ini, diakhirinya, pada dasarnya adalah bentuk pertanggungjawaban. Desakan datang dari bawah, dari rakyat yang lelah dengan ketidakadilan.
"Rakyat saya menuntut ini. Dan kami bertekad melayani mereka dengan kejujuran," tutup Prabowo.
Artikel Terkait
Banjir Bekasi Rendam 20 Kecamatan, 21 Ribu Warga Terdampak
Puluhan Kendaraan ASN Berputar Haluan di Hari Bebas Mobil Kepatihan
Tan Malaka dan Politik Pangan: Antara Memberi Ikan dan Membebaskan Pikiran
Bocah 6 Tahun Tegar Bacakan Surah Al-Insyirah untuk Ayahnya, Korban Jatuhnya Pesawat di Pangkep