Dua kali saya memilih Prabowo. Jujur saja, alasan utamanya waktu itu cuma satu: saya tidak ingin Jokowi lagi yang memimpin. Bukan karena sosok Prabowo sendiri punya daya tarik khusus buat saya.
Kalau dirunut, sebenarnya baru dua presiden yang benar-benar saya pilih karena program kerjanya mengena. Itu adalah SBY dan Anies.
Lalu, saya melihat berita tentang guru honorer yang menangis, protes karena pegawai MBG justru diangkat jadi PPPK. Reaksi saya spontan: enak, ya, pilihanmu itu?
Menurut ingatan saya, mereka dulu percaya sekali dengan janji manis. Janji bahwa gaji guru honorer akan naik dua juta rupiah per bulan, mulai Oktober 2024. Janji itu yang kemudian menggiring pilihan banyak orang.
Padahal, yang berjanji adalah figur yang sama. Orang yang pernah bilang akan "timbul tenggelam" bersama rakyat, tapi pada akhirnya malah memilih merapat dan duduk di kursi menteri. Lumayan ironis.
Artikel Terkait
Gus Ipul Sambut Bupati Bungo dan Merangin, Dorong Daerah Ambil Program Sekolah Rakyat
Karawang Terendam Lagi, Air Naik Ekstrem Usai Warga Bersihkan Rumah
Ratusan Lingkungan di Jakarta Masih Tergenang, Aktivitas Lumpuh
Indonesia Masuk Dewan Perdamaian Gaza: Diplomasi atau Tugas Kemanusiaan?