Duka kembali menyelimuti perlintasan kereta api di Sumatera Utara. Rabu (21/1) lalu, sebuah mobil Toyota Avanza bertabrakan dengan kereta api di sebuah perlintasan tanpa palang pintu di Kota Tebing Tinggi. Peristiwa tragis ini merenggut nyawa sembilan orang yang berada di dalam mobil.
Mewakili PT Kereta Api Indonesia (KAI) Divisi Regional I Sumatera Utara, Plt Manager Humas Anwar Yuli Prastyo menyampaikan rasa duka yang mendalam. "KAI Divre I Sumatera Utara menyampaikan simpati yang mendalam bagi para korban," ujarnya dalam keterangan tertulis pada Kamis (22/1).
Anwar berharap musibah ini bisa menjadi pengingat bagi semua pengguna jalan untuk lebih waspada. Terutama saat melintasi rel kereta api.
Menurut penuturannya, masinis KA Sribilah Utama sebenarnya sudah membunyikan sirene lokomotif berulang kali sebelum mendekati perlintasan itu. Sayangnya, itu tidak cukup.
"Tiba-tiba muncul minibus dari arah samping yang melintas di perlintasan sebidang tanpa palang pintu, tanpa sempat berhenti," jelas Anwar.
Dugaan sementara, sopir mobil tidak sempat melihat situasi di kanan dan kirinya. Alhasil, tabrakan pun tak terelakkan.
Artikel Terkait
Kelme Luncurkan Jersey Timnas Indonesia dengan Teknologi Jacquard dan Emblem Silikon 3D
IHSG Melemah 0,37%, Analis Soroti Potensi Koreksi dan Peluang Penguatan
BSI Gelar Festival Ramadan di Makassar, Tawarkan Diskon Umrah hingga DP 0% Kendaraan
IJTI Peringatkan Perjanjian Dagang RI-AS Ancam Media Nasional