"Karena memang ini memasuki puncak curah hujan sampai akhir bulan Januari berdasarkan laporan dan data dari BMKG," sambung dia.
Tapi Presiden tak cuma fokus pada penanganan darurat. Menurut Prasetyo, Prabowo juga memerintahkan pembentukan tim khusus untuk pengelolaan air. Tim inilah nantinya yang akan mengurusi persoalan dari hulu sampai hilir, sebuah upaya jangka panjang untuk memutus siklus banjir yang terus berulang setiap tahun.
Masalahnya memang kompleks dan butuh solusi menyeluruh.
"Jadi, perhatian Bapak Presiden untuk bagaimana kita bisa menyelesaikan itu dari hulu ke hilir," kata Prasetyo.
Dia juga menyebut soal tim otorita pengelolaan pantai utara Jawa, yang kerap dikaitkan dengan rencana proyek Giant Sea Wall. "Kira-kira itu," tutupnya.
Di akhir pernyataannya, Prasetyo menyampaikan permohonan maaf. Terutama kepada warga Jakarta yang hari-harinya terganggu akibat genangan air di mana-mana.
"Kami menyampaikan rasa prihatin bahwa dalam dua hari ini, terutama hari ini, curah hujan cukup tinggi sehingga menyebabkan terjadi genangan air di beberapa ruas jalan di Ibu Kota. Kami menyampaikan permohonan maaf kepada seluruh masyarakat yang terdampak," pungkasnya.
Artikel Terkait
Bima Arya Soroti Biaya Rekayasa Cuaca, Anggap Sistem Pompa Surabaya Lebih Realistis
Konvoi Bantuan DDII Bergerak Lagi, Sasar Korban Bencana Sumatra Jelang Ramadan
Karangan Bunga Penuh Makna di Kantor Gubernur Lampung Usai Pencabutan HGU Rp14,5 Triliun
Mahasiswa Undip Hadapi Sidang Perdana Kasus Deepfake Siswi SMA